27 January 2021, 16:10 WIB

Besok, Rakornas Bangga Kencana 2021 Dibuka Presiden


Zubaedah Hanum | Humaniora

PRESIDEN Republik Indonesia Joko Widodo menurut rencana akan membuka secara resmi Rapat Koordinasi Nasional Kemitraan Program Bangga Kencana Tahun 2021 di Istana Presiden, Jakarta, pada Kamis 28 Januari 2021.

"Rakornas  ini akan menghasilkan rumusan pemikiran strategis untuk Program Bangga Kencana dalam mendukung upaya pencapaian agenda Pembangunan Nasional sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2020-2024.” Jelas Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo, SpOG (K) dalam sambutannya pada Pra Rakornas Kemitraan Program Bangga Kencana Tahun 2021 di Auditorium Kantor Pusat BKKBN, Jakarta, Rabu (27/01).

Diketahui bahwa rakornas mengambil tema Meningkatkan Upaya dan Strategi dalam Rangka Percepatan Implementasi Program Bangga Kencana Melalui Lintas Sektor di Masa Pandemi Covid-19. Lewat tema itu, Hasto berkeinginan memperkuat komitmen dan peran Pemerintah Daerah serta Mitra Kerja BKKBN dalam meningkatkan akses dan kualitas Pelayanan dan Penggerakan Program Bangga Kencana di masa pandemi covid-19.

Saat membuka Pra Rakornas itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo mengingatkan, BKKBN memiliki tugas penting, salah satunya menanggulangi stunting di Indonesia. Untuk itu, ia berharap penyederhanaan birokrasi di tubuh BKKBN mempercepat pelayanan publik dan perijinan, meningkatkan responsivitas birokrasi dan meningkatkan kualitas output birokrasi.

"Sebagai Aparat Sipil Negara kita harus memiliki impian dan gagasan sehingga memiliki konsep untuk menangani persoalan misalnya seperti stunting. Melalui rapat kerja ini saya harap akan diperoleh konsep dan perencanaan yang akan bisa dilaksanakan kedepan, karena kerja BKKBN adalah menggerakan dan mengorganisir masyarakat," jelas Tjahjo.


Dampak pandemi
Dalam kondisi pandemi seperti saat ini, sebut Hasto, pencapaian program Bangga Kencana tahun 2020 juga terimbas, belum sepenuhnya target yang telah ditetapkan dapat dicapai.

Tahun ini, pemerintah telah menargetkan pencapaian sasaran strategis program Bangga Kencana, yaitu pertama, menurunkan angka kelahiran total (total fertility rate/TFR) menjadi 2,24 per-WUS dan angka kelahiran remaja usia 15-19 tahun menjadi 24 kelahiran per 1.000 WUS usia 15-19 tahun.

Target kedua, meningkatkan prevalensi pemakaian kontrasepsi modern (modern contraceptive prevalence rate/mCPR) menjadi sebesar 62,16%. Target ketiga, menurunkan kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (Unmet Need) menjadi 8,3%.

Target Bangga Kencana keempat adalah meningkatkan median usia kawain pertama perempuan menjadi 22 tahun dan meningkatkan Indeks Pembangunan Keluarga menjadi 55.

 “Kami sadari masih banyak yang harus segera dibenahi. Meskipun situasi sulit, namun kita dapat menorehkan beberapa prestasi dan capaian yang cukup menggembirakan," ungkap Hasto.

Ia menyebutkan, keberhasilan yang dicapai BKKBN pada 2020 antara lain, Rebranding BKKBN, perubahan Struktur Kelembagaan BKKBN, transformasi jabatan Administrasi menjadi jabatan Fungsional, penyelenggaraan Harganas ke-27 dengan pelayanan sejuta akseptor dan mendapat apresiaasi Rekor MURI.

Hasto menjelaskan, Rakornas 2021 meliputi tiga kegiatan besar, yaitu Prarakernas yang dihelat pada 27 Januari 2021. Sebagai hari puncak Rakornas akan dilaksanakan 28 Januari 2021 yang akan dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Acara ketiga pada 29 Januari 2021 dilanjutkan dengan kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) yang melibatkan seluruh mitra kerja BKKBN.

Pelaksanaan rakornas tahun ini menggunakan metode hybrid meeting, yaitu mengkombinasikan online/virtual dengan offline, guna mendukung upaya pencegahan terjadinya penularan Covid-19. Adapun peserta Rakornas terdiri dari seluruh ASN BKKBN baik di pusat maupun di provinsi, termasuk para PKB/PLKB, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, organisasi profesi, mitra kerja internasional dan organisasi kemasyarakatan. (H-2)

BERITA TERKAIT