26 January 2021, 23:40 WIB

Inovasi New Normal untuk Industri Perhotelan


mediaindonesia.com | Humaniora

PANDEMI covid-19 yang masih melanda bukan saja bencana bagi komunitas global, tapi juga menyerang hampir seluruh aspek kehidupan mulai dari sektor kesehatan yang terpukul hebat, bidang pendidikan yang berubah total, usaha kecil menengah (UKM), usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga usaha perhotelan di Indonesia.

Dibutuhkan strategi khusus untuk bertahan dari tantangan covid-19. Prihatin dengan kondisi ini, sekelompok anak bangsa dalam naungan perusahaan PT Sinergi Solusi Integrasi (S2i) memberikan solusi dengan inovasi produk bernama SELFQ dan YUVI.

SELFQ merupakan mesin Kiosk yang membuat pelanggan dapat melakukan Self Check In/Out secara mandiri. Hal ini dapat meminimalkan kontak dengan pegawai hotel dan juga mendukung penerapan jaga jarak (physical distancing) dengan mengurangi antrean pada saat check in atau check out. Dengan demikian, tamu akan merasa lebih nyaman dan hemat waktu.

Selain itu, dan hotel mendapatkan kembali kepercayaan para tamu dengan menawarkan alternatif untuk check-in secara mandiri dengan cepat dan mudah. Kiosk SelfQ juga dapat digunakan sebagai media informasi seputar hotel seperti promosi dan iklan yang sesuai dengan kebutuhan setiap hotel.

"Industri perhotelan termasuk yang paling parah terkena dampak pandemi covid-19. Di era new normal, kami ingin membantu mereka pulih dengan memberikan solusi yang akan meningkatkan penjualan sekaligus mengurangi biaya pada saat yang bersamaan," kata Adrian Siaril, Direktur Operasional S2i, dalam keterangannya, Senin (25/1).

Inovasi produk yang dilakukan S2i tidak ditujukan untuk menghilangkan aspek kemanusiaan pada sebuah hotel, melainkan memberikan kesempatan bagi para staf hotel untuk memaksimalkan pelayanan kepada tamu dalam hal yang lebih penting, seperti penjamuan, pengantaran, dan komunikasi.


Baca juga: Terdampak Pandemi, Begini kiat PR Untuk Bisa Tetap Eksis


"Kiosk Self Check In justru membebaskan staf hotel dari pekerjaan administratif yang tidak memberikan nilai tambah kepada tamu," papar Adrian.

Untuk produk lainnya dari S2i yaitu YUVI, sebuah alat sanitizer otomatis berbasis sinar UVC yang terbukti sangat efektif dalam membunuh virus dan bakteri di tempat-tempat yang paling sering disentuh oleh manusia. Alat ini bekerja dengan memadukan sinar UVC dan sensor pendeteksi gerak, yang merupakan inovasi pertama di Indonesia.

Selain dapat memaksa penerapan standar kebersihan juga lebih efisien daripada penggunaan hand sanitizer karena tidak perlu melakukan isi ulang yang akan berdampak pada biaya operasional.

Studi yang dilakukan oleh American Journal of Infection Control (AJIC), menyebut sinar UVC ampuh untuk membunuh SARS-CoV-2 pada permukaan sekitar laboratorium. Disebutkan jika sinar ultraviolet ini ampuh untuk mengurangi jumlah virus korona yang masih hidup sebesar 99,7% hanya dalam 30 detik. Jenis sinar UVC yang digunakan pada penelitian ini disebut dengan sinar UVC jauh, yang panjang gelombangnya di kisaran 207 hingga 222 nanometer. (RO/S-2)

 

BERITA TERKAIT