26 January 2021, 01:55 WIB

Pendaftar Pendanaan Kampus Merdeka belum Serahkan Proposal


Syarief Oebaidillah | Humaniora

DIRJEN Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikti- Kemendikbud) Nizam mengatakan dalam program pendanaan Kampus Merdeka telah terdaftar 350 kampus dari kalangan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

"Tercatat, sudah mendaftar 350 kampus namun hingga kini proposal yang  diajukan belum ada yang masuk. Biasanya menit-menit terakhir baru submit. Kampus yang mendaftar kebanyakan kalangan PTS," ungkap Nizam, Senin (25/1)

"Pendaftaran akan ditutup bulan Februari 2021. Nantinya, proposal yang masuk akan direview oleh tim independen dari perguruan tinggi serta kalangan industri," tambahnya.

Menurutnya pendaftar program Kompetisi Kampus Merdeka lebih banyak PTS ketimbang PTN. Selain itu, usulan pihak kampus belum diketahui pada program tersebut. "Karena proposal belum masuk, usulannya belum kita ketahui," tukasnya.

Program Merdeka Belajar episode keenam mencakup tiga terobosan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia, yaitu pertama insentif berdasarkan capaian Indikator Kinerja Utama (untuk perguruan tinggi negeri (PTN), kedua dana penyeimbang atau matching fund untuk kerja sama dengan mitra (untuk PTN dan perguruan tinggi swasta (PTS), dan ketga program Kompetisi Kampus Merdeka atau competitive fund (untuk PTN dan PTS).

Pada program kompetisi Kampus Merdeka, dana kompetisi sebesar Rp500 miliar dapat digunakan untuk mewujudkan aspirasi masing-masing perguruan tinggi dan mendorong potensi capaian delapan ( Indikator Kinerja Utama (IKU). (OL-15)

BERITA TERKAIT