25 January 2021, 03:20 WIB

Reaksi KIPI Vaksinasi Covid-19 Tahap 1 masih dalam Kajian


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

REAKSI kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) dari penyuntikan dosis pertama selama 2 minggu ini masih dalam kajian. Tidak ada laporan para tenaga kesehatan yang disuntik pertama mengalami KIPI dengan gejala berat.

"Sampai saat ini KIPI masih dalam kajian di komda kab/kota masing-masing terkait adanya laporan KIPI," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi kepada Media Indonesia, Minggu (24/1).

Nadia menjelaskan tidak ada laporan para nakes yang disuntik pertama mengalami KIPI dengan gejala berat. "Tapi ini akan dikaji dulu sebelum dipastikan. Penanganan sudah dilakukan dan sebagai besar termasuk gejala ringan," sebutnya.

Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satari mengatakan bahwa reaksi anafilaktik akibat vaksinasi sangat jarang terjadi. Dari satu juta dosis, terjadi sebanyak 1 atau 2 kasus. Selain disebabkan Vaksin, reaksi Anafilaktik juga bisa terjadi akibat faktor lain.

“Anafilaktik dapat terjadi terhadap semua vaksin, terhadap antibiotik, terhadap kacang, terhadap nasi juga bisa, terhadap zat kimia juga bisa,” katanya pada Konferensi Pers secara virtual, Sabtu (23/1).

Sebagai tambahan informasi, anafilaktik adalah syok yang disebabkan oleh reaksi alergi yang berat. Syok Anafilaktik membutuhkan pertolongan yang cepat dan tepat.(OL-14)

BERITA TERKAIT