22 January 2021, 00:30 WIB

Pengusaha Ingin Vaksinasi Mandiri, Menkes Beri Tiga Syarat


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora

KABAR vaksinasi mandiri mengemuka dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini pun diakui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. 

Dia bahkan menerima banyak pesan dari konglomerat atau pengusaha, yang ingin membantu percepatan program vaksinasi di Indonesia.

"Saya terima banyak WhatsApp dari para CEO, para konglomerat yang dulu jadi nasabah saya, mengenai vaksinasi mandiri," ungkap Budi secara virtual, Kamis (21/1).

Baca juga: Jokowi Setujui Pelaksanaan Vaksinasi Mandiri

Menurutnya, vaksinasi bukan hanya bertujuan melindungi diri sendiri, namun juga untuk membangun herd immunity. "Sehebat apapun negara beli vaksin, kalau orang lain di sekitar negaranya tidak divaksin dan tidak dibantu akan percuma. Karena kan ada pergerakan orang juga. Jadi kemungkinan penularan (covid-19) tetap ada," papar Budi.

Pihaknya membuka peluang agar vaksin mandiri dilakukan para pengusaha dengan memahami tiga aspek. Pertama, vaksinasi bersifat sosialis bukan individualis. Kedua, vaksin harus diberikan secara merata untuk semua golongan masyarakat. Jangan sampai hanya satu golongan yang mendapat akses prioritas.

Baca juga: Menteri BUMN: Vaksin Mandiri Pakai Merek Berbeda

"Saya yakin para CEO ingin dapat mengakses lebih dulu dan Anda mampu untuk dapat itu. Tapi, tolong bantu seluruh rakyat Indonesia. Karena tidak ada gunanya juga kita disuntik, tapi yang lain tidak," tukasnya.

Adapun yang ketiga, Budi meminta agar vaksin gratis untuk masyarakat diprioritaskan terlebih dahulu. "Saya minta tolong dipastikan ini diberikan secara gratis. Saya terbuka (vaksin mandiri), asal bisa membantu proses vaksinasi secepat-cepatnya dan semurah-murahnya," tutup dia.(OL-11)

BERITA TERKAIT