21 January 2021, 23:20 WIB

Siapkan Generasi Muda Hadapi Transformasi Digital


mediaindonesia.com | Humaniora

HAMPIR seluruh tatanan pendidikan di dunia, termasuk Malaysia dan Indonesia, sedang menyesuaikan diri dengan era yang didorong oleh teknologi. Persiapan matang perlu dilakukan agar teknologi itu aman digunakan dan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat.

"Saat ini, ketika pandemi covid-19 menyebar ke seluruh dunia, transformasi digital menjadi lebih nyata dari sebelumnya. Kita harus memperbaiki tata kelola adaptasi digital agar bermanfaat bagi setiap orang yang mencari cara untuk melanjutkan dan mengembangkan generasi muda di masa kritis era digital ini," ujar Wakil Rektor University Malaysia of Computer Science and Engineering (UNIMY), Profesor Datuk TS Dr Mohd Razali Muhamad, pada webinar yang digelar UNIMY, Rabu (20/1).

Lebih dari 100 calon mahasiswa dan keluarga Indonesia mengikuti webinar open house pertama UNIMY itu. Acara webinar yang diselenggarakan bersama dbrandcom (konsultan brand dan komunikasi) itu mengangkat tema Preparing Future Generation in Digital Era. Webinar ditujukan untuk calon mahasiswa sarjana atau pascasarjana tahun ajaran 2021/2022.


Baca juga: Gairahkan Riset, LIPI Buka 6 Jabatan Fungsional Peneliti Baru


Melalui acara itu, para audiens mengikuti talkshow eksklusif untuk mempersiapkan sekolah masa depan di era transformasi digital ini. Peserta juga disuguhi sekilas tentang kehidupan mahasiswa UNIMY.

"UNIMY sebagai oasis pengetahuan transformatif menawarkan6 fokus area yaitu Cloud Computing, AI & Big Data, IoT, Cyber Security, Coding + Develops & Agile, Business Technology yang terletak di zona Cyberjaya, Malaysia yang merupakan hub utama teknologi informasi industri, dilengkapi dengan fasilitas teknologi lengkap untuk mendukung proses dan pengalaman belajar," kata Profesor Razali.

Webinar itu difasilitasi oleh dbrandcom Brand Strategist, Ria R Christiana, yang memandu talk show mempersiapkan generasi masa depan di era digital. Selain Profesor Razali, pembicara yang hadir yakni Rektor Institut Daarul Quran, Dr M Anwar Sani SosI, ME, dan psikolog Sani Budiantini Psi. (RO/S-2)

BERITA TERKAIT