21 January 2021, 09:25 WIB

Bangun Pabrik Bahan Bakar dari Sawit


Ant/H-3 | Humaniora

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyampaikan empat rekomendasi strategi kebijakan energi biodiesel Indonesia pada 2020-2045. Salah satunya ialah perumusan kebijakan merancang pabrik bahan bakar hijau (kilang green fuel) yang dapat mengolah minyak sawit menjadi bahan bakar hijau, yaitu solar, bensin, avtur, dan elpiji.

“Keempat rekomendasi tertuang dalam Policy Brief yang merupakan naskah kebijakan singkat sebagai saran kebijakan untuk bahan pertimbangan yang didasarkan dari bukti ilmiah dan ditujukan sebagai media komunikasi dari tim peneliti kepada pemangku kepentingan terkait,” kata Koordinator Program Penelitian Manajemen Iptek dan Inovasi LIPI Anugerah Yuka Asmara.

Yuka menuturkan rekomendasi berikutnya ialah evaluasi pelaksanaan kebijakan biodiesel B10, B20, dan B30 ditentukan dari kontribusi bauran energi yang dihasilkan dan besaran biaya yang ditetapkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

“Keberhasilan B30 yang rilis pada Januari 2020, menjadikan Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia yang pertama kali melakukan campuran biodiesel bahan bakar nabati berbasis crude palm oil (minyak sawit mentah),” ujarnya.

Rekomendasi selanjutnya ialah pembangunan perkebunan energi crude palm oil (CPO) secara masif, sebagai bahan baku bahan bakar hijau solar, bensin, avtur, dan elpiji. Kemudian, rekomendasi berikutnya bagi para pemangku kepentingan secara bersama dapat menciptakan inovasi bahan bakar hijau (greenfuel) buatan dalam negeri.

Pada kesempatan terpisah, Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap, telah melakukan uji coba produksi green Diesel (D-100) dan green avtur olahan kepala sawit. “Uji coba ini akan terus berlangsung hingga siap dan aman digunakan sebagai BBM yang bisa digunakan masyarakat,” kata Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina RU IV Cilacap Hatim Ilwan, pekan lalu. (Ant/H-3)

BERITA TERKAIT