20 January 2021, 23:28 WIB

Tak Surut Mengenalkan Cita Rasa Nusantara di Masa Pandemi


Akmal Fauzi | Humaniora

MASAKAN Indonesia memiliki beragam cita rasa yang khas dengan kekayaan bumbu yang melimpah, namun perlu membumikannya agar populer di meja makan internasional. Di masa pandemi saat ini, para pengusaha kuliner Indonesia tak surut mengenalkannya ke luar negeri.

Seperti yang dilakukan Putri Yulandari, Founder Kopi Kalyan yang berekspansi membuka bisnis kuliner kopi ke Tokyo, Jepang sejak Desember 2020. Tak sampai dua bulan, sudah ada penikmat setia biji kopi nusantara dari warga di Tokyo.

Baca juga: Kowani Dorong Anggotanya Edukasi Program Vaksinasi Covid-19

“Awalnya dari 2016 di Cikajang, Jakarta. Sudah ada beberapa outlet juga di Jakarta. Untuk di Tokyo awalnya ingin buka Juni 2020, bertepatan Olimpiade, tapi karena pandemi jadi akhir tahun kemarin,” kata Putri dalam dalam program Nunggu Sunset, Live di Instagram Media Indonesia, Rabu (20/1).

Pandemi Covid-19 di Tokyo serta ada pembatasan sosial membuat Kopi Kalyan mengembangkan inovasi agar tetap menggaet pelanggan seperti layanan antar online.

“Untungnya kami didukugn komunitas warga Indonesia di sana, mereka juga bantu pasarkan. Selain itu sudah ada pelanggan dari warga lokal. Sekarang ini kita mencoba ada layanan antar online,” kata Putri.

Antusiasme warga Tokyo terhadap kopi nusantara menurutnya sangat tinggi. Menjamurnya coffe shop di Tokyo justru membuat komunitas pecinta kopi terus berkembang.

“Justru berkembang, orang akan merasakan, oh ini rasa kopi Indonesia dibandingkan dengan yang lainnya,” kata Putri.

Penyesuaian menu tentu menjadi pertimbangan Putri dan beberapa rekannya mengembangkan bisnis kopi di Tokyo namun tak melepas unsur kuliner Indonesia.

“Misalnya ada menu tempe yang kami kemas seperti french fries. Dan mereka sangat suka, karena familiar sama tempe,” jelasnya.

Selain penyesuaian menu, edukasi kopi nusantara terhadap warga Jepang juga dilakukan untuk menarik minat pelanggan. Menjelaskan asal biji kopi hingga proses penanamannya.

“Kami jelaskan ini biji kopi dari pulau apa, ditanam di ketinggian berapa, supaya mereka tahu kopi Indonesia beragam sekali,” jelasnya.

Sementara itu, Ribka Siahaan, Founder Mamika yang menggeluti bisnis kuliner di New York, Amerika Serikat memilih keaslian cita rasa Indonesia sebagai daya tarik pelanggan. Ribka hanya menyesuaikan menu yang ditawarkan dengan cuaca atau musim yang ada di Amerika Serikat.

“New York ada empat musim. Jadi mencoba menampilkan menu Indonesia yang cocok untuk setiap musim. Misalnya musim dingin, membuat menu yang berkuah,” ujarnya.

“Kita meski autentik. Enggak banyak perubahan, enggak mengurangi tekstur dan rasa,” lanjutnya.

Ribka memulai usaha kuliner sejak 2017 dan hanya untuk pelanggan warga Indonesia di New York. Cita rasa khas Indonesia yang melekat di sajiannya itu justru membuat usahanya terus berkembang dan disukai warga lokal.

“Setiap minggu mencoba menampilkan menu. Satu minggu bisa ada lima menu, contoh hari ini, nasi kuning Manado, saya kirim 60 bungkus,” jelasnya.

(OL-6)

BERITA TERKAIT