20 January 2021, 18:58 WIB

Menteri BUMN: Vaksin Mandiri Pakai Merek Berbeda


Fetry Wuryasti | Humaniora

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut ada peluang vaksinasi covid-19 dilakukan secara mandiri. Pemerintah akan membedakan merek vaksin yang diberikan secara gratis dan vaksin berbayar.

Dalam dua bulan ke depan, pemerintah masih memprioritaskan vaksinasi covid-19 gratis untuk masyarakat. Sebab, tugas pokok dan fungsi penentuan vaksin mandiri berada di Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Pemerintah Pertimbangkan Vaksinasi Pengungsi Lebih Dulu

"Tentu vaksin mandiri bukan prioritas. Vaksin gratis adalah prioritas yang diutamakan, tetapi kita tidak bisa menutup mata juga, kenapa vaksin mandiri ini diperlukan," ujar Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (20/1).

Saat ini, vaksi covid-19 yang mulai didistribusikan di Indonesia merupakan produksi Sinovac. Selain jenis vaksin, waktu pelaksanaan vaksinasi juga akan dibedakan. Dalam hal ini, pelaksanaan vaksinasi gratis menyesuaikan prioritas pemerintah.

"Supaya yang gratis dan mandiri tidak tercampur, jadi mereknya berbeda. Vaksin gratis harus berjalan 1-2 bulan ke depan. Baru nanti kalau ada untuk yang mandiri setelah itu," imbuh Erick.

Baca juga: Masih Ada Kendala Sarana dalam Donor Plasma Darah

Terkait distribusi, pihaknya menekankan bahwa pemerintah daerah harus bertanggung jawab untuk menjaga kualitas suhu vaksin sekitar 2-8 derajat celcius.

Kementerian BUMN pun meminta kepala daerah untuk memastikan fasilitas penyimpanan dan eksekusi. Sehingga, vaksin covid-19 tetap berada pada suhu yang disyaratkan pihak Sinovac.(OL-11)

BERITA TERKAIT