19 January 2021, 13:50 WIB

Kisah Pendonor Plasma Konvalesen: Berbagi tak Melulu dengan Harta


Zubaedah Hanum | Humaniora

HERY Prawidian bersujud syukur setelah berhasil sembuh dari covid-19. Kehidupannya setelah covid-19 dianggap sebagai sebuah kesempatan hidup kedua.

Salah satu pegawai PT Pertamina itu mengaku, terinfeksi covid-19 bukanlah aib. Dari sudut pandang yang lain, ia justru punya berbagai pengalaman baru.

"Terinfeksi covid bukan suatu aib.. saya pribadi memandang dengan sudut pandang yang lain.. bisa punya pengalaman di RS bisa menjadi pendonor plasma. Menarik semua pengalaman itu.." cuit Hery dalam postingan yang diunggah akun Instagram @palangmerah_indonesia.

Ia menuturkan, salah satu pengalaman baru itu adalah menjadi  pendonor plasma konvalesen. Plasma penyintas covid-19 seperti dirinya kaya antibodi yang dibutuhkan pasien covid-19 bergejala sedang hingga berat.

"Mendonorkan plasma tidak seperti apa yang orang bilang, begitu mengerikan.. prosesnya biasa saja seperti donor darah pada umumnya.. bedanya menggunakan semacam alat pemisah darah, dimana darah yg mengalir ke alat tersebut langsung dipisahkan antara sel darah dan plasma darah.. sel darah kembali ke tubub dan plasma masuk ke kantong donor," tuturnya.

Hery mengatakan, proses pengambilan plasma konvalesen berlangsung sekitar 1-2 jam. Darah yang diambil pun sekitar 450-650 cc sesuai dengan kondisi fisik dan kesehatan. "Kalau mau donor harus banyak minum air putih," ujar Hery menambahkan.

Dari informasi yang diterimanya, penyintas covid-19 yang tergolong parah bahkan sampai masuk ruang ICU memiliki kesempatan donor lebih banyak dengan rentang waktu lebih lama.

"Sampai 4 bulan setelah dinyatakan sehat. Kalo penderita dengan perawatan biasa bisa sampai 3 bulan, eksekusinya bisa sampai 3x donor," bebernya.

Lewat pengalamannya ini, Hery pun berharap ada rekan-rekan sesama penyintas covid-19 lainnya ikut mendonorkan plasma konvalesennya.

"Alangkah indahnya kalau penyintas covid mau melakukan donor plasma ini. Tentu akan banyak membantu mereka yang membutuhkan terapi plasma, dan insya Allah semakin banyak yang sembuh juga. (Mungkin) ini bukti keagungan Sang Pencipta.. setiap penyakit, (pasti) ada obatnya.. alhamdulillah punya pengalaman ini, berbagi tidak melulu dengan harta.. tapi dengan kesehatan yang kita punya.. Aamiin," tutupnya.

Merujuk laporan Menko PMK Muhadjir Effendy, plasma konvalesen dapat menyembuhkan 100 pasien positif Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan. Sedangkan untuk pasien bergejala berat, plasma dari satu pendonor bisa menyelamatkan 85 pasien bergejala berat.

Karena besarnya manfaat plasma konvalesen, pemerintah telah mencanangkan Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen pada 18 Januari 2021. Para pendonor bisa menghubungi sejumlah unit donor darah Palang Merah Indonesia di berbagai daerah. (H-2)

BERITA TERKAIT