18 January 2021, 02:25 WIB

Maskapai Butuh Audit Berkala


Insi Nantika Jelita | Humaniora

MESKIPUN dikatakan baik-baik saja, sesungguhnya standar keselamatan penerbangan Indonesia memerlukan inspeksi mendalam. Inspeksi mendalam tersebut dilakukan untuk membenahi atau memperbaiki kondisi pesawat milik maskapai yang ada kini.

Demikian penilaian pengamat penerbangan Gerry Soejatman kepada Media Indonesia di Jakarta, kemarin. Gerry menanggapi Menhub Budi Karya Sumadi yang menginspeksi keselamatan atau ramp check pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, kemarin, sepekan pascainsiden Sriwijaya Air SJ-182.

Ramp check hanya melihat masalah sepele. Masalah detail perlu inspeksi mendalam dan audit berkala. Ramp check hanya pengecekan secara random dan mendadak. Biasa dilakukan saat peak season, tetapi tidak bisa mewakili pengecekan rutin yang komplet,” kata Gerry.

Kemarin, Menhub Budi Karya Sumadi melakukan ramp check pada pesawat Batik Air nomor registrasi PK-LBH. “Hari ini kami ramp check. Suatu proses di mana semua pesawat yang akan berjalan dicek fungsi mesin, fungsi pergerakan, dan lain sebagainya. Kami pastikan seluruh pesawat yang akan take off memiliki kualifi kasi laik.”

Di sisi lain, Deputi Operasi Pencarian, Pertolongan dan Kesiapsiagaan Basarnas Bambang Suryo Aji menimbang akan melanjutkan pencarian korban dan serpihan SJ-182 yang berakhir hari ini.

Menurut Bambang, ada beberapa faktor untuk melanjutkan pencarian. Pertama, hingga kemarin instrumen cokcpit voice recorder (CVR) belum ditemukan. Faktor lain belum semua korban teridentifi kasi. Kemarin baru 24 korban teridentifikasi oleh Tim DVI Polri.

Sementara itu, Karopenmas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan kemarin lima korban SJ-182 teridentifikasi, tetapi hanya empat yang disampaikan ke publik. Total sudah 29 korban teridentifikasi.

“Kami tetap bekerja. Mudah-mudahan ke depan masih mampu lagi mengidentifi kasi korban-korban yang belum teridentifikasi. Tim berupaya memberikan kepastian kepada pihak keluarga,” tandas Rusdi.

Rusdi menambahkan tim DVI RS Polri Kramatjati telah menyerahkan tiga jenazah kepada keluarga korban untuk dimakamkan, yakni Arifin Ilyas, Makrufatul Yeti Srianingsih, dan Khasanah. “Total sampai hari ini (kemarin) sudah 15 korban diserahkan untuk dimakamkan.” (Ins/Faj/X-3)

BERITA TERKAIT