16 January 2021, 03:15 WIB

Deddy Corbuzier Pertemuan Pertama dan Terakhir


Zubaedah Hanum | Humaniora

PESULAP yang kini menjadi Youtuber, Deddy Corbuzier, 44, merasakan duka mendalam atas meninggalnya pendakwah Syekh Ali Jaber di usia ke-44 tahun pada Kamis, 14 Januari 2021 lalu karena sakit. Ia mengutarakan kesedihannya itu dalam sebuah video yang diunggahnya di akun Youtube ataupun medsosnya.

“Orang yang sebaik itu, orang yang mencoba untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik, orang yang mencoba untuk buat Pancasila dan NKRI menjadi indah gitu ya, dipanggilnya cepat banget,” ucapnya sambil menangis, Kamis (14/1).

Meskipun dia baru mengenal almarhum, Deddy mengaku kesedihan yang dirasakannya itu nyata dan tak peduli kalau ada yang bilang video itu dibuat karena konten.

“Saya enggak peduli kalau video ini dibilang sama orang cari kontenlah, I don’t care about that anymore,” cetus pria kelahiran Jakarta itu.

Deddy pun menceritakan kenangan yang dilaluinya bersama Syekh Ali Jaber yang didampingi Gus Miftah, tepatnya di pertemuan pertama dan terakhir mereka.

Peristiwa pada 14 September 2020 itu terjadi satu hari setelah almarhum menjadi korban penusukan seorang pemuda bernama Alfin Andrian pada 13 September 2020 lalu ketika berceramah di acara Kajian Minggu dan Wisuda Tahfiz Alquran di Lampung.

Dalam penusukan itu, almarhum mengalami luka di bahu kanan. Namun, ia meminta jemaahnya menahan diri untuk tidak menyerang balik pelaku penusukan. Syekh Ali pun memaafkan pelaku dan tidak marah-marah ketika datang ke podcast Deddy Corbuzier. Deddy dibuat kagum dengan niat baik tersebut.

“Beliau datang ke podcast ini tangannya masih dibalut. Beliau pada saat itu punya satu misi, yakni untuk menenangkan rakyat Indonesia supaya tidak terjadi kerusuhan. Supaya tidak jadi keramaian, supaya tidak terjadi keributan yang mendukung atau membela beliau dengan tameng apa pun yang akhirnya membuat kita resah,” tutur Deddy.

Hingga 15 Januari 2021, video wawancara Deddy dengan almarhum itu telah diputar oleh 19 juta penonton.


Ambil pelajaran

Sebagai mualaf, Deddy melihat Syekh Ali Jaber sebagai sosok luar biasa, ulama yang berhasil mengajarkan nilai-nilai baik dalam agama Islam, yakni mengutamakan akhlak dan toleransi. Ia menekankan, di atas segala sesuatu ada akhlak yang tidak membedabedakan setiap orang, tentang siapa kita dan siapa mereka.

“Syekh Ali Jaber itu ialah sosok yang dicintai oleh semua orang, baik dari saudara-saudara kita yang muslim maupun nonmuslim, semuanya tuh mencintai beliau karena ajarannya,” ujar Deddy.

“Orang mencoba membuat Pancasila dan NKRI menjadi indah, dipanggilnya cepat banget, 44 tahun, loh, seumuran saya,” timpal Deddy lagi sambil menahan air matanya.

Menurut Deddy, keindahan akhlaknya yang ditunjukkan Syekh Ali ialah teladan bagi semua orang, khususnya para pemuka agama. Sebab selama menjadi pendakwah, Syekh Ali Jaber memperlihatkan ajaran Islam dengan ramah, bukan dengan marah-marah.

“Indonesia kehilangan sosok yang mengajarkan Islam itu indah, ramah, penuh senyum dan tawa, penuh nasihat, tanpa harus judge orang yang berbeda. Kita kehilangan orang yang memberikan contoh dengan perilaku, bukan dengan kata-kata dan makian,” ucap Deddy. (Medcom.id/H-2)


 

BERITA TERKAIT