15 January 2021, 02:45 WIB

Tidak Benar Sriwijaya Air SJ-182 Jatuh Secepat Kilat


Rahmatul Fajri | Humaniora

KOMITE Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) meminta masyarakat berhenti berspekulasi dan bersabar menunggu kesimpulan lembaga itu dalam mengusut penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

KNKT juga membantah bahwa pesawat SJ-182 bergerak dengan kecepatan 50 knot dalam 1 detik saat jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Hal itu mustahil terjadi.

“Kabar itu beredar di media sosial. Banyak orang yang sok-sokan menganalisis kecepatan jatuhnya kapal, tetapi tidak masuk logika. Bahkan mobil balap saja tidak secepat itu,” kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam keterangan tertulis, Rabu (13/1).

Ketua Subkomite IK Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo mengatakan pihaknya segera membeberkan penyebab jatuhnya pesawat SJ-182 dalam sebulan ke depan.

“Kami akan menghadirkan laporan awal investigasi dalam waktu 30 hari (sejak jatuhnya pesawat). Dalam 30 hari itu, mungkin belum termasuk analisis KNKT, karena butuh waktu untuk mengungkap penyebabnya seperti apa, masalahnya di mana, atau pemeliharaannya bagaimana. Semua pasti akan diungkapkan,” ujarnya.

Terkait dengan isu kecepatan 50 knot dalam 1 detik saat pesawat jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Soerjanto kembali menjelaskan, dalam satuan percepatan, 1 knot per detik setara dengan pertambahan kecepatan 106,11 kilometer per jam tiap detik.

“Dengan kata lain, itu hoaks menyebut kecepatan pesawat berubah menjadi 5.305,5 kilometer per jam saat jatuh,” tambah Soerjanto.

Menurutnya, data-data yang beredar luas di medsos harus divalidasi, harus dicek sumber dan kebenarannya. Data yang beredar itu belumlah divalidasi.

“KNKT hanya akan memberikan pernyataan berdasarkan hasil pemeriksaan black box,” pungkasnya.

Dalam kesempatan terpisah, pihak keluarga menjemput jenazah Okky Bisma, satu korban pesawat SJ-182, di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Jenazah Okky telah teridentifi kasi pada Senin (11/1) dan kemarin diserahkan kepada keluarga untuk langsung dimakamkan di TPU Balekambang, Condet, Jakarta Timur.

“Pada hari ini keluarga telah sepakat hasil kerja dari tim DVI untuk diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Kita mendoakan semoga almarhum ditempatkan pada tempat yang dimuliakan Allah SWT,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di RS Polri, kemarin.

Ayah Okky, Supeno Hendri Kiswanto, tampak tegar ketika menjemput jenazah anaknya. Ia meminta doa untuk anaknya semoga wafat dalam keadaan syahid.

“Insya Allah secara dalil agama barang siapa yang sedang cari nafkah untuk keluarganya adalah jihad. Barang siapa yang meninggal di laut adalah syahid. Dua-duanya di miliki oleh Okky Bisma,” tukasnya. (Faj/Medcom/X-7)

BERITA TERKAIT