15 January 2021, 02:37 WIB

Antisipasi Kejadian Pascavaksin Covid-19, DKI Siapkan 21 RS


Putri Anisa Yuliani | Humaniora

VAKSINASI covid-19 telah dimulai di DKI Jakarta hari ini yang diberikan pertama bagi tenaga kesehatan. Meski telah dinyatakan aman untuk digunakan masyarakat, Pemprov DKI Jakarta tetap mengambil  langkah untuk mengantisipasi bila terjadi dampak atau efek samping yang terjadi pascavaksin.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti dalam konferensi pers daring hari ini mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan sebanyak 21 RS yang bisa digunakan oleh masyarakat yang merasakan efek samping dari vaksin covid-19.

Baca juga: Penyintas Covid-19 Wajib Donor Plasma

"Kami menyiapkan 21 RS untuk mengantisipasi kejadian pascavaksin kalau memang warga memerlukan perawatan," kata Widyastuti, Kamis (14/1).

Pihaknya juga telah menyiapkan berbagai langkah untuk memitigasi terjadinya efek samping vaksin covid-19. Langkah tersebut yakni memberikan bimbingan kepada tenaga kesehatan. 

Bimbingan tersebut diberikan juga oleh tenaga medis dari organisasi seperti organisasi profesi penyakit dalam dan paru serta juga dari spesialis anak.

"Tentu kami harus memitigasi agar warga juga bisa secara sederhana mengenali gejalanya. Kami memberikan fasilitas bimbingan ini juga kepada faskes pemberi vaksin," ujarnya.

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta bersama Komite Daerah Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KOMDA PP KIPI) telah mempersiapkan tim untuk melakukan monitoring dampak pasca vaksinasi di setiap tingkatan administrasi.

Sementara itu, sebelumnya dijelaskan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny Lukito bahwa beberapa efek samping vaksin covid-19 dengan merek Sinovac yakni pegal, pembengkakkan, hingga demam. Untuk jumlah rendah yakni sekitar 0,1% gejala berat yang ditimbulkan adalah diare hingga gangguan kulit. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT