15 January 2021, 02:34 WIB

Vaksin Covid-19 Gratis, Ini Alur Untuk Mendapatkan Vaksin


Putri Anisa Yuliani | Humaniora

PEMERINTAH memastikan bahwa vaksin covid-19 gratis bagi seluruh warga Indonesia yang masuk menjadi kriteria penerima vaksin covid-19. Namun, untuk tahap pertama tenaga kesehatan adalah golongan pertama yang diprioritaskan mendapat vaksin.

Setelahnya, barulah disusul kalangan lainnya seperti ASN yang bekerja di layanan publik yang mendapat prioritas penanganan vaksin. Masyarakat sipil juga dipastikan akan mendapatkan vaksin gratis.

Baca juga: Hari Keenam, Operasi SJ-182, Terkumpul 239 Bagian Tubuh Korban

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan alur untuk mendapat vaksin bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat umum tidak jauh berbeda. Pertama, warga akan mendapatkan SMS pemberitahuan mendapatkan vaksin.

"Lalu yang bersangkutan harus mendaftarkan ulang di aplikasi yang sudah ditentukan. Pendaftaran ini juga untuk mengetahui apakah memiliki riwayat penyakit atau tidak, termasuk penyakit yang berkaitan dengan covid-19," kata Widyastuti dalam konferensi pers daring, Kamis (14/1).

Dalam proses pendaftaran itu, warga bisa memilih lokasi fasilitas kesehatan untuk tempat vaksinasi dan waktu vaksinasi. Ia menjelaskan jika sudah mendaftarkan ulang, warga akan mendapat e-tiket. E-tiket inilah bukti keabsahan untuk mendapatkan vaksin yang harus dibawa saat hari yang sudah ditentukan.

"Di faskes nanti akan ada penafisan kembali untuk memeriksa apakah yang bersangkutan betul-betul masuk kriteria penerima vaksin. Dari Kementerian Kesehatan ada 16 pertanyaan yang menentukan hal tersebut," jelasnya.

Menurutnya, prosedur ini bisa saja berubah. Untuk itu, masyarakat diminta untuk terus menunggu informasi lebih lanjut baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Sementara itu, untuk warga yang tidak memiliki gawai atau tidak memiliki telepon genggam dipastikan akan tetap mendapat vaksin dengan arahan dan koordinasi dari aparat setempat.

"Ya, tapi kita tetap harus menunggu arahan lebih lanjut. Tapi kurang lebihnya akan seperti ini," imbuh Widyastuti. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT