15 January 2021, 01:35 WIB

Perginya sang Inisiator Alquran Braille Digital


MI | Humaniora

ULAMA kelahiran Madinah berkebangsaan Indonesia, Syekh Ali Jaber, meninggal dunia di usia ke-44 tahun saat menjalani perawatan medis di RS Yarsi, Jakarta, kemarin. Sebelumnya, almarhum sempat menjalani perawatan akibat terpapar covid-19 pada Selasa, 29 Desember 2020.

“Telah wafat guru kita, Syekh Ali Jaber (Ali Saleh Mohammed Ali Jaber) di RS Yarsi hari ini, 14 Januari 2021/1 Jumadil Akhir 1442 H jam 08.30 WIB, dalam keadaan negatif covid-19,” ucap Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman Alhabsyi.

Rasa dukacita mendalam kepada sosok karismatik dan menjadi ikon penghafal Alquran (hafiz) di Indonesia itu mengalir dari berbagai kalangan. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan, almarhum menjadi sosok inspiratif yang membidani kelahiran Alquran Braille digital. “Alquran Braille adalah salah satu inisiatif beliau,” ungkap Sandiaga.

Penceramah Yusuf Mansur yang baru pulih dari covid19 melepas kepergian Syekh Ali lewat video kenangan di sebuah acara. Ia menganggap almarhum sebagai adik, sahabat, keluarga, sekaligus guru dan tempat bertanya.

Ketua MUI Bidang Dakwah KH Cholil Nafis mengutarakan Syekh Ali Jaber merupakan sosok rendah hati yang sangat mencintai Indonesia, berkaca pada peristiwa perbedaan pendapat tentang ibadah kurban pada 2015 dan pascapenusukan pada September 2020. “Bahkan, peristiwa ditusuknya beliau pun tidak menyurutkan almarhum untuk terus berdakwah ke daerah terpencil,” tukas Kiai Cholil.

Jenazah almarhum dimakamkan di lokasi pemakaman milik keluarga Ustaz Yusuf Mansur di Pondok Pesantren Darul Quran, Cipondoh, Kota Tangerang. Kepada putra sulungnya, Al Hasan Ali Jaber, almarhum selalu berpesan agar dia selalu menjaga salat.

“Kalau salat lancar, hidup akan dipermudah, terus jangan lupa mengkhatamkan Alquran,” katanya saat ditemui di rumahnya di Lombok, NTB. (Ins/Bay/Ant/H-2)

 

BERITA TERKAIT