14 January 2021, 20:21 WIB

Cara Tepat Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi Covid-19


Mediaindonesia.com | Humaniora

Pandemi Covid-19 ini membuat banyak orang merasa bingung, cemas, stres dan frustasi. Sejumlah orang khawatir sakit atau tertular Covid-19. Di sisi lain mereka juga galau masalah finansial, pekerjaan, masa depan, dan kondisi setelah pandemi.

Baca juga : https://mediaindonesia.com/weekend/295607/bersyukur-saja-tak-cukup-untuk-mengobati-depresi

Faktor lain yang juga membuat stres ketika melihat angka kasus positif virus korona yang semakin meningkat, kamar rumah sakit yang penuh, hingga situasi WFH (Work From Home) yang berkepanjangan.

Untungnya, ada cara yang cukup efektif untuk menjaga kesehatan mental selama pandemi Covid-19 ini yaitu dengan asupan probiotik. Banyak yang belum mengetahui bahwa bakteri yang terdapat di tubuh manusia berpengaruh terhadap kondisi psikologi seseorang.

Banyak studi yang dilakukan beberapa tahun terakhir mengenai salah satu penyebab gangguan mental khususnya depresi yaitu ketiadaan atau kurangnya jenis bakteri tertentu di dalam tubuh manusia. Dan kondisi ini dapat diperbaiki dengan memberi asupan probiotik atau bakteri-bakteri baik.

Nunki Nilasari Suwardi, S.Psi, M.Psi, pendiri Studi Psikomikrobioma Indonesia mengatakan demikian. "Itu terjadi karena saluran pencernaan kita itu hanya mencerna secara mekanis seperti mencacah dan menggiling makanan yang kita konsumsi, sedangkan untuk mengubah makanan itu menjadi nutrisi seperti gula, enzim, hormon dan neurotransmiter itu tubuh memerlukan bantuan bakteri."

Psikolog yang akrab dipanggil Bunda Nunki ini melanjutkan, "selama ini kita beranggapan mikroba seperti bakteri dan virus adalah makhluk berbahaya yang harus dibasmi karena penyebab berbagai penyakit, padahal sebagian besar mikroba sangat bermanfaat untuk membantu manusia, diantaranya menghasilkan makanan, seperti roti, keju, yoghurt, tape, dapat membersihkan tumpahan oli di lautan bahkan menjaga bangunan kuno seperti di Al Hambra tetap berdiri kokoh," paparnya.

Secara umum bakteri memiliki karakter baik dan patogen. Karakter baik misalnya bakteri mengubah triptofan menjadi hormon serotonin dan melatonin, dua senyawa yang berperan penting dalam rasa bahagia dan siklus tidur. Tapi oleh bakteri patogen, triptofan diubah menjadi kynurenine yaitu senyawa yang dapat memicu terjadinya gangguan skizofrenia atau gangguan jiwa berat, alzheimer, hepatitis dan kanker.

"Karena itu penting untuk selalu menjaga pola pikir kita tetap positif, bahagia, optimis, dan bersyukur. Karena akan membantu tubuh lewat bakteri baik untuk menghasilkan zat-zat bermanfaat yang mendorong imunitas tubuh, orang yang bahagia sulit jatuh sakit, dan itu juga obat utama ketika orang yang sedang terinfeksi untuk sembuh dengan cepat", jelas dia.

Meski demikian, bakteri baik di dalam tubuh dapat hilang atau berubah menjadi jahat karena stres, pola makan dan gaya hidup yang buruk, dan mengonsumsi obat-obatan kimia terutama antibiotik.

Syukurnya saat ini telah tersedia minyak yang mengandung probiotik atau bakteri-bakteri baik, yaitu minyak SW Sumber Waras yang menjadi pelopor minyak balur kesehatan dengan kandungan probiotik di dunia sehingga juga aman untuk diminum. (Ant/OL-12)

BERITA TERKAIT