14 January 2021, 15:30 WIB

Pandemi Memunculkan Moralitas Baru Bangsa Indonesia


Sri Utami | Humaniora

INDONESIA memiliki jaminan konstitusional dan ideologi Pancasila yang menjamin untuk melakukan kebebasan beragama sebagai bagian dari hak asasi manusia (HAM). Nilai keberagaman tersebut yang melatarbelakangi nilai kemanusiaan yang lebih luas salah satunya tentang sikap gotong royong. Hal ini dikatakan oleh anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq dalam dialog daring Bersatu dalam Keberagaman dan Kedamaian Mengatasi Pendemi covid-19, Kamis (14/1).

"Dalam agama diajarkan gotong royong dan agama merupakan energi untuk transformasi dan juga perdamaian. Kita punya founding father yang sejak awal sudah menempatkan nilai gotong royong itu menjadi nilai utama dan itu menjadi prinsip dari negara ini,” ucapnya.

Presiden pertama Soekarno telah menegaskan negara ini bukan negara milik perorangan bukan pula milik golongan dan satu agama, bukan milik suku, adat istiadat tapi negara ini milik rakyat Indonesia. Pandemi yang melanda saat ini menciptakan perilaku sikap hidup baru dan membutuhkan moralitas baru.

“Dan ini merupakan kewajiban kita dalam nilai keagamaan. Di satu sisi ada etika atau sosial yang belum ada sebelumnya maka kita harus berlayar agar kita selamat karena jika kita dapat menangani ini maka kita yakin kita bisa menjadi negara yang maju,” cetusnya.

Menurutnya dari pandemi covid-19 yang telah menelan banyak korban jiwa ini memiliki dampak dampak besar yakni trauma sosial, kejenuhan termasuk kelembaman (penolakan perubahan) untuk melakukan perubahan.

"Ada masyarakat yang menarik diri ada juga yang pasrah sehingga dia tidak mau pakai masker dan menjaga jarak karena mungkin terlalu lama. Tapi di satu sisi ada masyarakat yang menjadikan pandemi ini momentum tranformasi budaya."

Indonesia sambung dia dapat belajar dari kejadian wabah pada abad 16 yang menjadikan Eropa Timur dan Barat terbelah, dalam menyikapi serangan wabah tersebut. Eropa Barat dengan etika protestannya percaya wabah dapat diatasi dengan gotong royong, semangat keagamaan menumbuhkan harapan.

"Indonesia mau belajar dari abad itu bahwa indonesia menghadapi covid ini dengan harapan dan semangat gotong royong. Normalitas baru ini membutuhan moralitas baru. Moralitas tentang semangat keyakinan bahwa Tuhan yang menurunkan covid dan juga yang menyembuhkan ini. Inilah revolusi mental kita diuji dalam pandemi ini,” tukasnya. (OL-13)

Baca Juga: MK Tegaskan Siaran di Medsos Tidak Mengacu UU Penyiaran

BERITA TERKAIT