14 January 2021, 11:34 WIB

Risma Diharapkan Kembalikan Kepercayaan Rakyat pada Kemensos


Theofilus Ifan Sucipto | Humaniora

MENTERI Sosial (Mensos) Tri Rismaharini diminta menghadirkan kebijakan yang moncer guna menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat. Pasalnya, sudah tiga Menteri Sosial terjerat korupsi.

"Sudah lebih dari dua kali Mensos ini jadi tersangka padahal Kemensos itu anggarannya paling besar," kata anggota Komisi VIII DPR Bukhori dalam keterangan tertulis, Kamis (14/1), 14 Januari 2021.

Mensos yang dimaksud ialah Bachtiar Chamsyah yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akibat korupsi pengadaan mesin jahit dan impor sapi. Kemudian Idrus Marham yang tersandung skandal pembangkit listrik 35 ribu watt. Teranyar, Juliari Batubara yang korupsi bantuan sosial (bansos) covid-19.

Baca juga: Menko PMK Galakkan Donor Plasma Konvalesen Penyintas Covid-19

"Mensos yang baru dilantik (Risma) harus mampu bekerja baik dan memiliki kebijakan-kebijakan yang dapat kembali dipercaya masyarakat," tegas Bukhori.

Menurut Bukhori, tidak ada alasan bagi Risma untuk tidak serius bekerja. Apalagi Kemensos mendapat anggaran sebesar Rp134 triliun yang dinilai mencukupi.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyebut prioritas utama Risma ialah memperbaiki Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Data itu dinilai krusial agar bantuan pada masyarakat tepat sasaran di tengah pandemi covid-19.

"Masalah keakuratan DTKS sudah sangat merugikan masyarakat kurang mampu," papar Bukhori.

Bukhori menuturkan DTKS diinput secara sukarela dari masing-masing desa. Dia mengusulkan Risma mengalokasikan anggaran untuk mengupah tenaga sukarela tersebut.

"Agar pekerjanya menjadi lebih semangat sehingga tidak terjadi salah input," terang dia.

Komisi VIII DPR berjanji bakal mendukung seluruh kebijakan Risma. Asalkan kebijakan itu betul-betul berpihak pada masyarakat.

"Tidak lupa saya ingatkan agar Mensos baru bekerja tanpa pandang dulu dan mengutamakan kepentingan masyarakat," pungkas Bukhori. (OL-1)

BERITA TERKAIT