13 January 2021, 18:15 WIB

Awal Tahun, Kominfo Catat Ada 11 Hoaks Terkait Vaksin Covid-19


Atalya Puspa | Humaniora

SAAT ini, kita tidak hanya menghadapi pandemi covid-19 saja, namun juga problematika yang disebut infodemi baik dalam skala nasional maupun global.

Infodemi yang dihadapi sekarang ini muncul akibat penyalahgunaan informasi (information disorder). Penyalahgunaan ini jamak ditemukan dalam bentuk hoaks atau bentuk-bentuk penyalahgunaan informasi lainnya.

Hoaks adalah informasi yang disampaikan ke masyarakat melalui saluran komunikasi tetapi tidak memiliki sumber yang jelas atau bahkan tidak ada sumber sama sekali sehingga dapat menyesatkan perputaran informasi di masyarakat. Sedangkan bentuk dari penyalahgunaan informasi dapat berupa misinformasi, disinformasi, dan malinformasi.

Dari catatan Kemkominfo, dalam kurun waktu 3-12 Januari 2021 sudah ada 11 disinformasi atau hoaks yang tentang vaksin covid-19. Ini berarti hampir tiap hari ada disinformasi dan hoaks yang dibuat dan diedarkan.

Salah satu contoh disinformasi terkait vaksin covid-19 adalah postingan video tentang korban suntik vaksin covid-19 di Pamekasan dilarikan ke rumah sakit. Informasi ini beredar di berbagai platform media sosial dan aplikasi pengiriman pesan.

“Faktanya adalah video tersebut merupakan video lama yang beredar pada 2018," ujar Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi dalam keterangan resmi, Rabu (13/1).

Umtuk itu, Kementerian Kominfo terus meningkatkan upaya memerangi infodemi yang membawa virus hoaks atau berita bohong terkait vaksinasi covid-19 dengan menyediakan layanan pengaduan Chatbot Anti Hoaks yang dirancang untuk menjawab setiap pertanyaan publik mengenai informasi yang masih diragukan kebenarannya.

Baca juga : PDIP Klarifikasi Pernyataan Ribka Terkait Penolakan Vaksinasi

“Kemkominfo juga telah berkoordinasi dengan empat platform media sosial untuk bersama-sama menangani hoaks terkait covid-19 di Indonesia serta melakukan patroli siber terhadap kontenkonten bermuatan hoaks maupun penyalahgunaan informasi dengan waktu operasi 24 jam sehari dan 7 hari seminggu,” jelas

Selain itu, Ia juga mengungkapkan pihaknya juga bekerjasama dengan WhatsApp membuat chatbot Turn Back Hoax di nomor WA 0859-2160-0500 untuk memverifikasi informasi.

“Mari kita bersama-sama untuk tidak mudah terpengaruh sebuah informasi karena tidak semua informasi yang membanjiri dunia ini benar dan valid. Kita harus teliti dan tidak menjadi bagian dari penyebaran virus disinformasi dan hoaks ini,” pesan Dedy.

Sementara itu, Ketua Presidium Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo), Septiaji Eko Nugroho mengungkapkan bahwa media informasi seperti media sosial seringkali memuat informasi yang belum valid.

“Sehingga berpotensi meresahkan masyarakat, bahkan dapat menyebabkan provokasi dan adu domba. Oleh sebab itu masyarakat harus bisa lebih berhati-hati memilih dan menyebarkan berita,” ungkapnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar informasi-informasi yang muncul di media sosial harus diperiksa terlebih dahulu sehingga tidak mudah terhasut.

“Agar tidak mudah termakan hoaks dan hasutan kita harus melakukan cek silang dari beberapa sumber. Jangan mudah percaya informasi dari sumber-sumber yang tidak jelas yang biasa disebarkan melalui media sosial dan grup WhatsApp,” tegasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT