13 January 2021, 09:30 WIB

Blusukan Kemensos Dinilai Untungkan Masyarakat


Mediaindinesia.com | Humaniora

AKSI Menteri Sosial Tri Rismaharini melakukan blusukan di beberapa wilayah di DKI Jakarta mengundang pro dan kontra. Sejumlah pihak menilai aksi mantan Walikota Surabaya itu bisa overalap, lantaran sudah ada gubernur DKI, sehingga ia seharusnya fokus pada tugas nasional.

Namun pihak lain justru memuji langkah Mensos tersebut, lantaran ia bisa memotret berbagai pemasalahan di kota-kota besar di Indonesia. Salah satunya adalah Koordinator Nasional Jaringan Dai dan Mubalig Muda, Jaringan Islam Kebangsaan (JIK) Irfaan Sanoesi yang menilai blusukan adalah langkah tepat untuk mengakomodasi aspirasi rakyat untuk diterjemahkan ke dalam bentuk kebijakan.

Baca juga: Mensos Risma Datangi KPK Bahas Pengelolaan Bansos

“Menteri atau pejabat apapun itu kalau berkenaan dengan kebijakan publik, blusukan adalah cara bagaimana pejabat banyak mendengar dari rakyat. Dari aspirasi rakyat itulah kebijakan dapat diciptakan berdasarkan kebutuhan rakyat,” ungkap Irfaan dalam siaran persnya, Rabu (13/1).

Irfaan mencontohkan blusukan yang dilakukan oleh Mensos Risma yang kemudian memfasilitasi lima penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang ditemukan di Jakarta untuk bekerja di perusahaan BUMN, PT PP Property di Bekasi.

“Saya kira blusukan Mensos RIsma dapat dijadikan contoh bagi para elite. Dia memberi solusi konkret bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dan memberikan dia pekerjaan. Solusi itu adalah berkat blusukan,” terangnya.

Selain itu, JIK mengapresiasi penempatan sebanyak 23 orang yang ditemukan dalam hasil penjangkauan selama Mensos Risma melakukan blusukan di wilayah Jakarta di Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi Kementerian Sosial.

“Mereka juga tidak memiliki tempat tinggal tetap di Jakarta. Ada yang tinggal di kolong jembatan, di emperan toko, di gerobak sampah, di pasar di lapak atau di pemukiman kumuh. Kita bersyukur punya Mensos yang bertanggung jawab atas kelangsungan hidup yang layak bagi warga negarannya sehingga negara benar-benar hadir untuk kaum lemah dan termarginalkan,” terang Irfaan.

Di Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi, penerima manfaat dewasa seperti pemulung mulai diberikan keterampilan berwirausaha seperti budi daya ikan lele, keterampilan membuat pupuk kompos, budi daya tanaman hidroponik dan keterampilan lainnya yang dapat memberikan penghasilan bagi mereka.

“Suatu terobosan penting atas inisiatif Mensos seperti pembuatan kompos dan daur ulang sampah non organik. Semoga Mensos dapat mengembangkan lebih luas lagi pelatihan wirausaha dan soft skill seperti ini hingga jangkauan ke seluruh pelosok Indonesia,” harapnya.

JIK juga mengapresiasi langkah cekatan Mensos RIsma menyerahkan bantuan sebesar Rp15 juta kepada setiap keluarga korban bencana longsor di Kampung Bojongkondang, Desa Cihanjuang, Cimanggung, Kabupaten Sumedang pada Minggu (10/9) malam.

“Alhamdulillah Bu Risma sigap dan cepat mendatangi lokasi bencana longsor di Kampung Bojongkondang, Desa Cihanjuang, Cimanggung, Kab. Sumedang. Bu Risma juga menyerahkan bantuan 15 juta ke tiap keluarga korban,” terangnya.

Risma didampingi Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dalam meninjau dapur umum dan tempat pengungsian warga di SD Cipareuag dan TK Alhidayah. Ia juga memastikan, keperluan warga mulai dari tempat istirahat, kasur hingga makanan dan minuman bagi pengungsi terpenuhi

Risma menyampaikan duka yang mendalam kepada seluruh keluarga korban longsor di Cimanggung. Ia berharap tim yang terlibat bisa secepatnya melakukan evakuasi warga yang kondisinya rentan terjadinya bencana ulang. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT