13 January 2021, 15:31 WIB

KKP Rehabilitasi Hutan Mangrove di Asahan jadi Ekowisata


Insi Nantika Jelita | Humaniora

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (DJPRL) merehabilitasi Hutang Mangrove di Desa Silo Baru, Asahan, Sumatera Utara (Sumut) menjadi destinasi ekowisata.

Pelaksana tugas (Plt) Dirjen PRL TB Haeru Rahayu mengatakan, pengembangan ekosistem di kawasan tersebut merupakan program KKP yang ditujukan untuk restorasi alam sekaligus difungsikan sebagai destinasi wisata terbatas.

“Program rehabilitasi kawasan mangrove ini digandengkan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya yang melibatkan masyarakat dalam pembangunannya,” ujar Tebe panggilan akrabnya, dalam keterangannya, Rabu (13/1).

Menurut Tebe, hutan mangrove di Asahan berpotensi besar dalam membangun pengembangan wisata di Sumatera Utara kedepannya.

Baca juga : Bertemu Bupati Banyuwangi, Sandiaga Bahas Pengembangan Desa Wisata

“Selain tracking mangrove, KKP sebelumnya juga membangun nursery mangrove di Asahan untuk melengkapi rehabilitasi hutan mangrove yang cukup besar potensinya di Asahan,” ungkapnya.

Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, Mudatstsir menuturkan, selama 56 hari kerja, masyarakat dikatakan berperan aktif dalam pembangunan tracking Hutan Mangrove di Silo Baru, Asahan.

"IIni luar biasa mengingat medan yang lebih sulit dari empat lokasi pembangunan tracking lainnya,” ujar Mudatstsir.

Sementara itu, Tommy Prasetya, Kepala Bidang Pengendalian Usaha Perikanan Dinas Perikanan Asahan berharap, tracking mangrove di Asahan bisa berkembang menjadi destinasi utama yang lengkap di Asahan.

“Kita berharap ini bisa menjadi destinasi utama untuk kunjungan berwisata bagi masyarakat Asahan. Jadi pusat edukasi lingkungan, edukasi mangrove bagi semua kalangan," pungkasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT