12 January 2021, 12:44 WIB

DVI Polri Terima 56 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air


 Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Humaniora

TIM Disaster Victim Identification (DVI) di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, sejauh ini telah menerima 56 kantong jenazah korban jatuhnya Sriwijaya Air pada Sabtu (9/1).

Tak hanya itu, pihaknya juga mendapatkan 58 sampel DNA keluarga korban jatuhnya insiden jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air.

"Sebanyak 58 sampel DNA dari keluarga koban telah kami terima," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono, di RS Polri, Selasa (12/1).

Setelah menerima sampel DNA, pihaknya terus bekerja melakukan tugas identifikasi terhadap jasad-jasad penumpang insiden jatuhnya pesawat di Kepulauan Seribu itu.

"Tim lakukan tugas identifikasi, hal lain yang berhubungan dengan kecelakaan pesawat tersebut," tutur Rusdi.

Rusdi menyebut, tim DVI Polri terus mengumpulkan data antemortem dari keluarga penumpang Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Termasuk, memeriksa body part untuk mencari data postmortem yang kemudian akan dicocokkan dengan data antemortem guna mengidentifikasi korban.

"Apabila data-data telah lengkap, data antemortem maupun postmortemnya akan dilakukan tindakan-tindakan lanjut, tindakan rekonsiliasi atau pun pencocokan daripada kedua data tersebut," ucap Rusdi.

"Sehingga akan teridentifikasi korban-korban dari kecelakaan Sriwijaya Air tersebut," terangnya.

Sebelumnya, Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan nomor penerbangan SJ 182 hilang kontak pada Sabtu (9/1), sekitar pukul 14.40 WIB.

Pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. (Ykb/OL-09)

BERITA TERKAIT