12 January 2021, 12:10 WIB

Kemendikbud : Pembayaran Uang Kuliah Harus Fleksibel


Faustinus Nua | Humaniora

DIREKTUR Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud, Nizam meminta semua perguruan tinggi untuk tetap merelaksasi sistem pembayaran kuliah bagi mahasiswa. Dalam situasi krisis ini, kampus tidak boleh menolak mahasiswa hanya karena terkendala pembiayaan kuliah.

"Pada dasarnya perguruan tinggi, terutama negeri, tidak boleh menolak mahasiswa yang berpotensi untuk belajar di perguruan tinggi karena alasan ekonomi," ungkapnya kepada Media Indonesia, Selasa (12/1).

Relaksasi pembayaran yang harus dilakukan perguruan tinggi negeri (PTN), yakni biaya uang kuliah tunggal (UKT) dan juga biaya lainnya seperti iuran pembangunan institusi (IPI). Untuk UKT pemerintah masih memberi bantuan kepada mahasiswa, sedangkan biaya lainnya dianjurkan untuk memberi kelonggaran.

"Kalau orang tuanya tidak mampu mahasiswanya bisa dibantu dengan beasiswa. Kalau orang tuanya mampu tapi saat ini belum bisa membayar ya bisa diberikan keringanan untuk menyicil misalnya," jelas Nizam.

Dia menegaskan lagi bahwa Peraturan Mendikbud dan juga Surat Edaran Dirjen Dikti terkait bantuan untuk pendidikan tinggi masih berlaku. Semua PT harus tetap menaati aturan di tengah pandemi Covid-19 ini. (H-2)

BERITA TERKAIT