12 January 2021, 04:15 WIB

Tim DVI Polri Terima 53 Sampel DNA


Rahmatul Fajri |

TIM Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Polri hingga kemarin telah menerima 53 sampel DNA dari keluarga korban Sriwijaya Air SJ-182.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Rusdi Hartono, tim DVI mengumpulkan data antemortem seperti nama, umur, berat badan, tinggi badan, pakaian, warna kulit, golongan darah, riwayat kesehatan, dan tanda-tanda spesifi k di tubuh korban.

Data itu dicocokkan dengan data postmortem yakni data fi sik yang didapat tim DVI setelah korban meninggal. “Ketika ditemukan kecocokan antara dua data itu, status korban dinyatakan teridentifi kasi,” ujarnya.

Rusdi mengatakan 306 personel yang terdiri dari Polri, TNI, Kementerian Kesehatan dan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia akan bekerja sama mengidentifikasi jenazah korban. “Tim sudah bekerja dengan profesional. Apa yang didapat tim akan disampaikan pada keluarga sehingga keluarga akan betul-betul bisa memahami hal yang telah dikerjakan,” kata Rusdi.

Pihaknya juga memastikan bakal memberi kemudahan bagi keluarga korban yang ingin mengambil jenazah di RS Polri. Sejauh ini, satu korban kecelakaan telah teridentifikasi yakni Okky Bisma yang merupakan pramugara.

 

Kantong jenazah

Terpisah, Kepala Basarnas Marsekal Madya Bagus Puruhito mengatakan tim yang turun ke lokasi jatuhnya pesawat kemarin mengumpulkan 27 kantong jenazah bagian tubuh korban.

Sebelumnya, tim SAR gabungan Basarnas, TNI-Polri, dan sejumlah relawan lainnya itu telah mengumpulkan 18 kantong jenazah dari perairan Kepulauan Seribu. “Hari ini dapat 27 kantong jenazah sehingga total berjumlah 45 kantong jenazah,” ungkap Bagus.

Selain itu, tim gabungan sudah mengumpulkan lima kantong puing kecil pesawat sehingga totalnya menjadi 15 kantong. Untuk puing besar, tim mendapat tambahan lima kantong sehingga total menjadi 22 kantong.

Proses evakuasi korban sendiri kemarin berjalan lancar dengan kondisi cuaca cerah. Pencarian kotak hitam pun masih berlangsung. “Tim akan fokus terus mencari korban dan material lain. Area pencarian diperluas dengan menggunakan peralatan sonar dari kapal,” ungkap Bagus. (Faj/Ykb/X-11)

BERITA TERKAIT