08 January 2021, 08:53 WIB

Penumpang Pesawat dari dan ke Jawa Masih Wajib Tes Antigen


Insi Nantika Jelita | Humaniora

PT Angkasa Pura II meminta calon penumpang pesawat untuk mematuhi peraturan yang berlaku seperti melampirkan hasil rapid test antigen negatif selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat di Jawa dan Bali.

VP of Corporate Communication PT Angkasa Pura II Yado Yarismano mengungkapkan, sesuai Surat Edaran Nomor 03/2020 yang diterbitkan Satgas Penanganan Covid-19, setiap penumpang pesawat dari dan ke Jawa harus menunjukkan surat hasil rapid test antigen yang berlaku dan untuk ke Bali harus menunjukkan surat hasil PCR test yang berlaku.

“Di setiap bandara yang kami kelola tersedia fasilitas tes covid-19. Bahkan di Bandara Soekarno-Hatta terdapat 8 titik Airport Health Center untuk tes tersebut," kata Yado dalam keterangannya, Jumat (8/1).

Baca juga: Irma Usul RS Swasta Diberi Ruang Ikut Sediakan Vaksin Covid-19

Layanan tes covid-19 tersebut, lanjutnya, dapat dilakukan dengan tiga alternatif yaitu, pesan jadwal atau preorder, datang langsung atau walk in, dan drive thru.

Kepala Satgas Udara Penanganan Covid-19 Kolonen Pas MA Silaban (TNI AU) mengatakan, dengan kemudahan melakukan tes covid-19, calon penumpang diimbau memenuhi protokol kesehatan dan mengantisipasi 3 hal yang tidak dibenarkan.

"Pertama, agar penumpang tidak melakukan pemalsuan surat hasil tes covid-19. Kedua, penumpang harus berhati-hati terhadap adanya upaya penipuan yang berkaitan dengan surat hasil tes. Dan ketiga, penumpang jangan tergoda praktik percaloan yang menawarkan surat hasil tes palsu,” tegas Silaban.

Guna mempermudah calon penumpang pesawat, hasil tes covid-19 yang dilakukan di Airport Health Center Bandara Soekarno-Hatta dapat langsung dikirimkan (submit) ke aplikasi electronic health alert card (eHAC) milik Kementerian Kesehatan.

Surat hasil tes yang dilakukan di fasilitas kesehatan lain di luar bandara juga dapat dikirimkan ke eHAC, sepanjang fasilitas kesehatan tersebut terdaftar di Kementerian Kesehatan.

Adapun aplikasi eHAC wajib dimiliki penumpang pesawat untuk monitoring perjalanan di tengah masa pandemi ini. (OL-1)

BERITA TERKAIT