04 January 2021, 01:55 WIB

Vaksin Covid-19 Mulai Didistribusikan


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

VAKSIN covid-19 kini telah mulai memasuki tahap distribusi ke 34 provinsi dengan melibatkan PT Bio Farma sebagai distributor serta pemerintah daerah.

Juru bicara vaksin covid-19 PT Bio Farma, Bambang Herianto, menyampaikan bahwa vaksin tersebut awalnya disimpan di tempat penyimpanan khusus milik PT Bio Farma. Penyimpanan disesuaikan dengan persyaratan dan spesifikasi vaksin, yakni suhu tetap dijaga pada 2 sampai 8 derajat Celsius. “Sehingga nanti perjalanan dari Bio Farma ke puskesmas ini berjalan baik. Semua rantai dingin di 2 sampai 8 derajat, insya Allah semua sudah siap,” kata Bambang dalam konferensi televideo, kemarin.

Terpisah, juru bicara vaksin covid- 19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi, mengatakan butuh waktu 15 bulan, mulai Januari 2021 hingga Maret 2022, untuk menuntaskan program vaksinasi di 34 provinsi. Vaksinasi dilakukan untuk total 181,5 juta orang dan selama dua periode.

Periode pertama pada Januari-April 2021 dan diprioritaskan untuk 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas publik. Kemenkes tengah memperbarui data di kelompok pertama demi sinkronisasi jumlah penerima.

Vaksin sangat penting bukan hanya untuk melindungi tenaga kesehatan dan pelayan publik sebagai individu, melainkan juga melindungi keluarga mereka, keluarga pasien, serta masyarakat.

“Kita sangat berharap dengan adanya vaksin maka tenaga kesehatan, khususnya, dapat segera pulang dan bertemu dengan keluarga,” tambahnya dalam konferensi pers secara daring bertajuk Update Target Penyelesaian Vaksinasi dan Kesiapan Vaksin Covid-19, kemarin.

Vaksinasi periode kedua akan berlangsung selama 11 bulan, dari April 2021 hingga Maret 2022, dan akan menjangkau jumlah masyarakat sisa dari periode pertama. Vaksinasi dalam dua periode itu diberikan sebanyak dua dosis dengan interval 14 hari.

Siti Nadia membantah pemberitaan yang menyebut butuh 3,5 tahun untuk merampungkan vaksinasi. “Tiga setengah tahun itu untuk proyeksi vaksinasi dunia, sedangkan untuk di Indonesia akan berlangsung selama 15 bulan,” ungkapnya.

Pelaksanaan vaksinasi masih menunggu Badan Pengawas Obat dan Makanan mengeluarkan emergency use authorization (EUA) atau persetujuan penggunaan obat atau vaksin saat kondisi darurat kesehatan masyarakat. Dasarnya ialah semua obat dan vaksin yang akan digunakan dalam penanganan covid-19 masih tahap pengembangan.

Sebelum vaksinasi berlangsung, tambahnya, masyarakat diminta tetap menjalankan protokol 3M sebab perjalanan menghadapi pandemi masih panjang.

“Vaksin bersama dengan penerapan disiplin 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan) serta memperkuat 3T (tracing, testing, dan treatment) merupakan upaya yang lengkap dalam menekan penyebaran covid-19,” pungkasnya.

Sumber: Kementerian Kesehatan RI/Riset MI-NRC

 


Pelatihan vaksinator

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sudah melatih sekitar 1.099 orang untuk menjadi tenaga vaksinator terkait dengan rencana vaksinasi di wilayah tersebut.

Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan juga sudah mengusulkan penambahan fasilitas cold room untuk wadah penyimpanan vaksin. Selain itu, penyiapan data klinis juga menjadi bagian penting dalam program vaksin.

“Data klinis itu seperti berapa jumlah puskesmas, fasilitas kesehatan, dan vaksinator yang akan memberikan vaksin,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Muhammad Ichsan Mustari. (LN/X-11)

BERITA TERKAIT