31 December 2020, 08:30 WIB

Bio Farma Kantongi Izin CPOB untuk Produksi Vaksin dari Badan POM


Suryani Wandari | Humaniora

PT Bio Farma (Persero) telah resmi mendapatkan sertifikat izin cara pembuatan obat yang baik (CPOB) untuk memproduksi obat dan vaksin covid-19 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).

Menurut Kepala Badan POM Penny K. Lukito, pengantongan izin CPOB ini menandakan Bio Farma dapat memproduksi vaksin di Gedung 21. Lokasi ini akan menjadi tempat produksi sekaligus penyimpanan.

"Hari ini kami sudah memberikan sertifikat perizinan untuk cara produksi obat yang baik untuk gedung 21 di PT.Bio Farma yang sudah dilakukan infeksi dan verifikasi untuk tahapan produksi dan penjaminan mutu," kata Penny K.Lukito konferensi pers secara daring Rabu (30/12).

Baca juga: Kominfo Optimistis Migrasi ke Digital Rampung 2 Tahun

Ia juga menyebut, Gedung 21 terebut memiliki ruangan produksi dengan kapasitas produksi 100 juta per tahun dan ruang penyimpanan dan kemungkinan besar jumlah dan lokasi produksi bisa diperluas. Nantinya Bio Farma bisa menggunakan Gedung 43 untuk memproduksi vaksin.

"Ke depan akan ada perluasan ke Gedung 43 sehingga memperluas untuk kapasitas produksi hingga 250 juta dosis per tahun," ungkap Penny.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir menyambut baik pemberian sertifikasi tersebut sehingga pihaknya bisa memproduksi vaksin yang telah ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia untuk menghalau virus korona yang masih menyebar.

Dia juga sudah membuat sistem digital yang terintegrasi guna memastikan distribusi vaksin itu bisa dipantau hingga diberikan kepada seluruh masyarakat.

"Kami telah membuat sistem distribudi secara digital untuk memastikan vaksin yang akan diberikan kepada rakyat Indonesia," pungkasnya.(H-3)

BERITA TERKAIT