29 December 2020, 02:05 WIB

Sertifikat N219, Momen Bersejarah Penerbangan Indonesia


Insi Nantika Jelita | Humaniora

KEMENTERIAN Perhubungan secara resmi menyerahkan sertifikat tipe untuk pesawat N219 Nurtanio kepada PT Dirgantara Indonesia (DI). Penyerahan Type Certificate (TC) itu menjadi momen bersejarah bagi dunia penerbangan nasional, N219 pun siap diproduksi massal.

Penyerahan TC untuk pesawat buatan anak bangsa tersebut dilakukan Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub yang disaksikan langsung Menhub Budi Karya Sumadi di Jakarta, kemarin. “Kami mengapresiasi tersertifikasinya pesawat N219 yang merupakan karya anak bangsa. Selesainya proses sertifi kasi tipe diharapkan menjadi tonggak bersejarah kebangkitan industri rancang bangun pesawat udara di Indonesia,” ujar Budi Karya.

TC diberikan setelah N219 melewati uji coba selama tujuh tahun. Kemenhub pun siap memesannya untuk keperluan kalibrasi fasilitas penerbangan, menjangkau daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan per batasan, serta sebagai angkutan perintis.

Dirjen Perhubungan Udara Kemen hub Novie Riyanto menjelaskan, sesuai dengan Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PKPS) atau Civil Aviation Safety Regulation (CASR) bagian 21, masa sertifikasi berlaku 3 tahun. Ditjen Perhubungan Udara juga telah memberikan dua kali izin perpanjangan pada 8 Februari 2017 dan 11 Februari 2020.

Direktur Utama PT DI Elfien Guntoro mengatakan N219 menja di kebanggaan Indonesia karena sepenuhnya karya anak bangsa. ‘’Ini prestasi pertama bagi PT Dirgantara Indonesia serta Ditjen Perhubungan Udara untuk dapat menyelesaikan evaluasi dan tes bagi produk pesawat terbang nasional dengan kompleksitas cukup besar,” tuturnya.

N219 adalah pesawat komuter berkapasitas maksimum 19 penumpang. Ia dilengkapi dua mesin turboprop PT6A-42 dengan 4 bilah propeller Hartzell, serta sistem navigasi-komunikasi Garmin 1000 Next Generation.

TC untuk N219 merupakan yang pertama kali diterima pesawat buatan dalam negeri sehingga layak disebut momen bersejarah. Dengan adanya TC, N219 siap memasuki tahap komersial untuk diproduksi secara massal. Menteri Riset dan Tek nologi Bambang Brodjonegoro punmengapresiasi pencapaian putra- putri terbaik bangsa di LAPAN dan PT DI. N219, kata dia, telah meng hidupkan kembali teknologi penerbangan yang sudah dirintis Presiden ke-3 RI BJ Habibie pada 1990-an, tepatnya ketika N250 pertama kali terbang pada 10 Agustus 1995.

“Ini tidak hanya berupa pemberian sertifikat yang pertama, tapi juga bangkitnya kembali teknologi penerbangan yang memberikan berbagai energi positif lainnya,” tandas Bambang. (Ins/Van/X-8)

BERITA TERKAIT