23 December 2020, 18:25 WIB

Pakar: Covid-19 Tidak Bermutasi jadi Lebih Ganas


Atalya Puspa |

AHLI Biologi Molekuler Ahmad Rusdan Handoyo Utomo menyatakan bahwa saat ini covid-19 tidak bermutasi menjadi lebih ganas karena pada dasarnya ini adalah virus yang sama.

Hal ini ditekankan Ahmad dalam menanggapi isu adanya mutasi virus SARS-CoV-2 penyebab covid-19 di Inggris yang dikabarkan lebih cepat menyebar. Dari segi keilmuwan, Ahmad menjelaskan bahwa mutasi virus covid-19 yang ada di Inggris pada dasarnya tidak menghilangkan karakter asli virus tersebut.

"Virus itu punya 30 ribu huruf, dan mutasi yang ada di Inggris itu, mereka hanya beda sekitar 17 huruf. Ini perbedaannya kan tidak ada apa-apanya 30 ribu dibanding 17. Terlebih lagi, covid-19 ini proses mutasinya sangat lambat," bebernya dalam diskusi virtual, Rabu (23/12).

Untuk itu, ia menyatakan di luar isu-isu mutasi virus yang ada saat ini, ia menegaskan bahwa kunci utama untuk keluar dari pandemi covid-19 yaitu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

"Kita tingkatkan tes tapi perilaku tidak dikontrol, nanti kasus akan naik terus.Tapi kalau tes kita naik dan perilaku terkontrol pasti positivity ratenya turun. Kita gak boleh bosan. Rangkul semua lapisan," tandasnya.

Angka kasus covid-19 di Indonesia memang masih tinggi. Sejauh ini penerapan protokol kesehatan 3 M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun masih dinilai paling efektif mencegah penularan virus covid-19.

Karena itu juga, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait penerapan protokol 3M.

"Kita sudah memiliki 50.032 orang duta perubahan perilaku untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi secara masif," tandasnya. (H-2)

BERITA TERKAIT