22 December 2020, 01:40 WIB

44 Jemaah Umrah Batal Berangkat


MI | Humaniora

SEJUMLAH perjalanan ibadah umrah ditunda dan dijadwal ulang karena pemerintah Arab Saudi menghentikan penerbangan internasional dan menutup perbatasan darat setelah muncul varian baru covid-19 yang menyebar cepat di Inggris. Akibatnya, keberangkatan 44 jemaah umrah terpaksa tertunda dari Bandara Soekarto-Hatta, Tangerang, Banten, meskipun sudah menjalani karantina.

“Tentu kami menghormati kebijakan pemerintah Arab Saudi tersebut. Untuk jemaah yang akan berangkat umrah hari ini di-reschedule atau jadwal ulang,” kata Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Khusus Kemenag Arfi Hatim kepada Media Indonesia, kemarin.

Ia menambahkan, sejak kemarin pagi jemaah sudah diberi informasi pihak maskapai untuk tidak ke bandara. “Mohon besabar sambil  menunggu kebijakan terbaru dari Arab Saudi,” tandasnya.

Terpisah, Kabid Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI (Amphuri) Zaky Zakaria mengatakan ada sekitar 70 jemaah yang akan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta ke Arab Saudi. Mereka sejak Minggu (20/12) telah masuk hotel melakukan karantina dan tes swab. “Mereka termasuk jemaah umrah dari Amphuri serta dari jemaah umrah travel yang saya pimpin sudah kembali ke rumah masing-masing,” kata Zaky.

Sebelumnya, maskapai PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) resmi membatalkan penerbangan ke Arab Saudi akibat penghentian penerbangan internasional.

“Pembatalan termasuk penerbangan umrah,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra kepada Media Indonesia, kemarin. Dalam keterangan resmi Garuda dijelaskan jadwal pembatalan penerbangan ke Saudi mulai diberlakukan hari ini. Garuda juga menerapkan kebijakan fleksibilitas penyesuaian rencana perjalanan kepada penumpang yang akan merencanakan ulang jadwal penerbangannya ke Tanah Suci. “Fleksibilitas tersebut diberlakukan dengan memastikan penumpang dapat melakukan reschedule dan perubahan rencana penerbangan tanpa adanya biaya tambahan,” jelas Irfan. (Bay/Ins/H-3)


 

BERITA TERKAIT