21 December 2020, 20:58 WIB

Saudi Setop Penerbangan, Kemenag Jadwal Ulang Umrah


Syarief Oebaidillah | Humaniora

PANDEMI covid -19 di Arab Saudi.yang masih tinggi menyebabkan penerbangan ke negara tersebut distop selama sekitar sepekan. Terkait itu, perjalanan ibadah umrah di tanah air juga terpaksa ditunda dan direschedule atau jadwal ulang.

"Tentu kami menghormati kebijakan pemerintah Arab Saudi tersebut. Untuk jemaah yang akan berangakat umrah hari ini direschedul atau jadwal ulang, " kata Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Khusus Kemenag , Arfi Hatim menjawab Media Indonesia, Senin (21/12).

Arfi mengatakan, terdapat 44 jemaah umrah yang juga terpaksa tertunda keberangkatannya hari ini dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang Banten.

"Sejak Senin pagi sudah disampaikan oleh pihak penerbangan untuk tidak ke bandara, " ungkap Arfi.

Bagi jemaah umrah yang tertunda dia meminta kelapangan hati dan bersabar.

"Mohon besabar sambil menunggu kebijakan terbaru dari Arab Saudi, " tandasnya.

Terpisah Zaky Zakaria ,Kabid Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI (Amphuri) mengatakan, terdapat sekitar 70 jemaah yang akan berangkat yang dari Bandara Soetta ke Arab Saudi.Mereka sejak Minggu (20/12) telah masuk hotel melakukan karantina dan di swab.

Baca juga : Bandara Soetta Buka Layanan Pre-Order Rapid Test Antigen

Akibat penundaan tersebut , lanjut dia, jemaah yang akan berangkat hari ini menjadi batal

"Mereka , termasuk jemaah umrah dari Amphuri serta dari jemaah umrah travel yang saya pimpin sudah kembali ke rumah masing- masing, " kata Zaky yang juga pimpinan Khazzanah Tours.

Zaky menunjukan informasi dari manajemen penerbangan Garuda Indonesia yang membatalkan penerbangan ke Saudi.

Seperti diberitakan ArabSaudi, Minggu (20/12), menghentikan penerbangan internasional dan menutup perbatasan darat dan laut selama setidaknya satu pekan setelah munculnya varian baru virus covid-19 yang menyebar dengan cepat di Inggris.

"Arab Saudi untuk sementara menghentikan seluruh penerbangan internasional, kecuali untuk kasus khusus, selama sepekan, yang bisa diperpanjang selama satu pekan lagi," ungkap kantor berita Saudi Press Agency (SPA).

"Pintu masuk ke kerajaan melalui darat dan laut juga dibekukan selama sepekan yang bisa diperpannjang selama sepekan," ungkap SPA mengutip sumber dari kementerian dalam negeri Arab Saudi.(OL-7)

BERITA TERKAIT