21 December 2020, 20:35 WIB

Ahok Lahirkan Aplikasi Donasi Hasil Ide Selama di Rutan


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

KOMISARIS Utama PT Pertamina Persero sekaligus Founder Jangkau Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok menceritakan pengalamannya mendirikan aplikasi Jangkau yang didapat saat 'sekolah' di Rumah Tahanan Mako Brimob, Depok.

Arti sekolah yang dimaksud Ahok ialah saat masih mendekam di Rutan Mako Brimob karena tersangkut kasus penodaan agama beberapa waktu lalu.

"Kebetulan waktu saya di Mako Brimob bukan jadi polisi masih sekolah itu jangan salah paham," kata Ahok dalam talkshow virtual Launching Kolaborasi Blibli x Jangkau, Senin (21/12).

Aplikasi Jangkau sendiri merupakan aplikasi bantuan sosial pertama di Indonesia yang menggabungkan fitur donasi dan e-commerce yang memungkinkan masyarakat untuk berbelanja dan berdonasi barang jadi secara langsung kepada para penerima donasi

Ahok mengungkapkan aplikasi itu juga dibuat karena masih banyak ditemukan masyarakat yang ingin berdonasi tetapi bingung tujuan donasi. Sehingga aplikasi ini dibuat untuk mempertemukan langsung pemberi dengan penerima donasi.

"Jangkau kita temukan dalam realita hidup tidak banyak sekali orang yang miskin dan yang membutuhkan pertolongan sementara ada juga orang yang ingin membantu," ungkapnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menceritakan ketika masih di Mako Brimob dirinya dikirim surat oleh anak muda yang kini juga menjadi Co-Founder Jangkau, Demos Oktovianus.

Setelah mendapatkan surat, Ahok meminta untuk berdiskusi dengan Demos terkait aplikasi sosial yang bisa membantu masyarakat.

"Saya tidak ngerti secara teknologi tapi saya ingin sekali ada satu media e-commerce yang mempertemukan orang meminta bantuan, orang yang mau membantu orang itu di satu platform," pungkasnya. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT