21 December 2020, 18:44 WIB

Muliakan Ibu, CEO Media Group Bikin Kejutan Rayakan Hari Ibu


Erwin Setiawan | Humaniora

PONSEL Produser Produksi Metro TV, Ade, berbunyi pada Selasa (8/12) siang. Nama Rianti, sekretaris CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib tertera di layar. Begitu mengangkat telepon, rasa kaget dan cemas menerpa Ade, karena ia diminta menghadap ke ruangan CEO. Ade pun mengingat-ngingat kesalahan apa yang diperbuatnya hingga dipanggil orang nomor satu di Media Group.

Projek drama musikal yang ia garap saat HUT Metro, baik-baik saja. Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam pikirannya, saat ia naik lift ke lantai BOD. Selama 9 tahun bekerja di Metro TV, ia tak pernah dipanggil orang nomor satu ini. Atasannya pun tak tahu tentang pemanggilan ini. Lift terbuka, ia pun hanya bisa pasrah, apa yang akan terjadi terjadilah, gumamnya.

“Silakan masuk De,” sambut Mirdal. “Bagaimana kabar kamu, saya melihat drama musical yang kamu buat, bagus sekali De." ujar Mirdal menyapa.

"Terima kasih, Pak.” Sesaat Ade lega karena rupanya Mirdal ingin mengapresiasi pekerjaannya.

“Sebentar lagi akan masuk Hari Ibu, 22 Desember. Kamu punya ide bikin show apa?” tanya Mirdal.

Baca juga : 2 Jam Bersama Slank Terima Kasih Ibu di Metro TV

Ditantang seperti itu, pemuda yang masih single itu mengobral idenya. Semakin panjang ia memberi gagasan, ia semakin sadar bahwa jawabannya ditanggapi biasa saja. Sebaliknya, pertanyaan berikutnyalah yang jawabannya sedang ditunggu.

“Bagaimana kesan kamu terhadap Ibu ?

Sesaat, pikirannya melayang membayangkan sang Ibu. Sesosok wanita yang tak pernah lelah menjaga dirinya yang bungsu. Segala kemanjaan dan keluh kesah selalu tertuju kepadanya. Teringat pula ketegaran sang Ibu mencarikan biaya untuk dirinya kuliah. Karena dari 4 anak, hanya dirinya yang beruntung mendapatkan biaya kuliah dari orang tuanya.

“Ibu saya adalah segala-galanya. Dialah panutan dan sekaligus penolong saya. Kesabarannya tiada batas, dialah yang membuat saya seperti sekarang ini “ suaranya terbata.

“Namun bila ditanya, apa keinginan ibu yang belum saya jalankan. Pasti jawabannya hanya satu," agar saya cepat menikah,” kata Ade sambil tersipu.

Tepat di sebelah ruangan CEO, Siti Komisah tak kuasa meneteskan airmata, melihat dan menyimak semua cerita anak bungsunya yang terekam kamera tersembunyi. Anaknya telah bercerita jujur dan terbuka hingga dirinya haru dan bangga. Di ruangan yang penuh dengan monitor, mixer audio, tim produksi juga larut dalam drama ibu dan anak ini. 

Sang Ibu beranjak dari monitor dan melangkah menuju anaknya dengan bouquet bunga di tangan. Terjadilah pertemuan ibu anak yang mengharukan, di ruang kerja CEO. Ade terkejut, tak menyangka ibunya hadir di depan mata. Peluk erat keduanya mengakhiri drama kasih sayang Ibu dan anak ini.    

Esok harinya, 9 Desember 2020. Indonesia tengah hiruk pikuk dengan Pilkada serentak. Metro TV menyiarkan pesta demokrasi itu secara live. Kesibukan crew live event terlihat jelas di master control room di lantai 4. Aisha Medinar, sang produser tak kurang sibuknya.

Ia mengamati semua monitor yang menghadirkan visual dari berbagai daerah. Berkali-kali ia melirik rundown di tangannya. Meski sibuk, toh pikirannya tak bisa lepas dari perbincangannya dengan sekretaris Mirdal, tadi pagi. Ia diminta menghadap pukul 14.30 nanti. Ada apa gerangan, tak pernah ia dipanggil oleh CEO Media Group.

Siang menjelang, ia bergegas naik ke lantai 7. Seribu tanya menghinggapinya, tapi ia abaikan saja. 

“Apakah kamu betah kerja di Metro TV ?,”

“Apa lagi yang bisa dikembangkan ?,”

“Punya ide apa untuk program Hari Ibu ?”  

Bertubi-tubi pertanyaan diarahkan kepadanya. Semua dijawab dengan lantang dan percaya diri. Aisha baru keras berpikir saat ia ditanya oleh CEO Media Group “ Kapan kamu mengucapkan kata sayang sama Ibu?” 

Belakangan ia memang jarang bertemu ibunya, karena situasi pandemi. Namun ia tak pernah lupa untuk mengucapkan rasa sayang kepada ibunya, setidaknya sebulan lalu ia sampaikan itu, dalam sebuah acara keluarga. Ia tak pernah lupa betapa ibunya selalu menunggunya saat melahirkan anaknya yang kedua di RS Tumbuh Kembang Depok.

Terlihat jelas betapa ia menantikan kelahiran sang cucu dengan penuh kasih sayang. Itulah momen yang paling membahagiakan bagi Aisya. Tiga generasi disatukan dalam kasih sayang. 

Sandra Widaty tak bisa berkata-kata menyaksikan curahan hati anak keduanya itu. Ia menyimak semua cerita di monitor, tanpa diketahui anaknya. Ia tak berhenti meneteskan airmatanya tatkala Aisha begitu memuliakan dirinya.

Tak kuat menahan haru, dibawanya rangkaian bunga menuju anaknya yang berada di ruangan sebelah. Aisha terkaget kaget menyaksikan ibunya yang ternyata hadir di sana. Isak tangis tak tertahankan. Keduanya berpelukan dalam haru. CEO Media Group menyaksikan drama ibu anak ini.

“Saya sebagai ibunda Aisha berterima kasih kepada Metro TV yang sudah memberi kesempatan kepada saya untuk menjadi ibu yang baik,” sapa Sandra sambil terisak.

Drama ibu dan anak itu menjadi cara Metro TV memperingati Hari Ibu 22 Desember. Sang anak “dipaksa” terbuka untuk mencurahkan perasaannya tentang sang ibu lewat pertanyaan CEO; tanpa sadar sang Ibu menyimak semua ungkapan buah hatinya, dari ruang sebelah.

CEO Media Group Mirdal Akib menggagas sendiri kegiatan tersebut sebagai bentuk pemuliaan kepada ibu yang selalu menghiasi kehidupan anaknya dengan doa dan restunya.

Ia menegaskan, setiap karyawan Media Group wajib memuliakan ibunya. Meski karyawan selalu larut dalam pekerjaan di kantor. jangan sampai menyesal karena terlambat menunjukkan rasa sayang kepada sosok ibu.

Menurutnya, keberhasilan sebuah persuahaan banyak ditentukan oleh performa karyawannya. Dan performance karyawan sangat bergantung dari bagaimna hubungan kita dengan ibu.

“Janganlah membuat pintu surga itu retak, karena semua urusan hidup termasuk pekerjaan, juga akan retak.” pesan Mirdal.

“Operasi Hari Ibu” ini bukanlah kegiatan tanpa persiapan. Menjelang hari H-nya tim produksi dan koordinator teknik sudah memikirkannya matang-matang. Tembok pemisah antara ruang kerja CEO dan ruang meeting sebelahnya dibor, memberi jalan untuk kabel audio dan kabel monitor ke ruang rapat yang mendadak disulap menjadi master control.

Baca juga : Sinovac Lebih Baik atau Buruk dari Pfizer-Bintech?

Tiga kamera terpasang, disamarkan di antara benda-benda yang ada di ruangan CEO. Dua kamera disamarkan seolah menyerupai speaker, sedangkan 1 kamera lagi tertutup kalendar meja. Intercom tersambung ke ruang sebelah, sedangkan suara dari mic wireless bisa didengar di master control. Tak pelak, situasi di ruang CEO terekam seluruhnya di ruang kendali.

Sementara, di master control monitor besar menayangkan langsung “curhatan” sang anak tentang ibunya. Monitor besar ini memberi akses kepada sang Ibu untuk menyaksikan seluruh gerak gerik dan kesaksian sang anak. Reaksi sang Ibu juga tertangkap kamera yang sudah stand by sejak awal; dilengkapi dua lampu besar, didukung mixer audio. 

Tidak saja Ade dan Aisha yang menjadi “korban” operasi Hari Ibu itu, setidaknya ada 8 karyawan Media Group yang diam-diam terekam kamera. Mereka adalah sekretaris, presenter bahkan posisi direktur.

Output dari projek Operasi Hari Ibu ini ditayangkan dalam rangkaian program Hari Ibu, 22 Desember di layar Metro TV.

“Saya ingin menggugah kita semua bahwa memiliki seorang ibu merupakan kemewahan yang luar biasa. Silakan tanya kepada yang sudah tidak punya ibunda, tentu dunia tidak akan pernah sama lagi. Semoga ihtiar ini menginspirasi seluruh pemirsa dan karyawan Metro TV khususnya, untuk selalu memuliakan ibu dalam kehidupan kita sehari-hari,” pungkas Mirdal. (Metro TV/OL-7)

BERITA TERKAIT