17 December 2020, 06:38 WIB

UGM akan Beri Gelar Doktor Kehormatan untuk Pemerhati Wayang


Agus Utantoro | Humaniora

UNIVERSITAS Gadjah Mada akan memberikan gelar Doktor Honoris Causa atau Doktor Kehormatan kepada seorang pemerhati wayang, Solichin.

Pemberian gelar doktor kehormatan itu akan disampaikan dalam sebuah upacara akademik yang diselenggarakan secara luring di Balai Senat kampus setemat, Jumat (18/12).  

Dalam upacara ini, Solichin akan diwakili anaknya untuk menerima ijazah. Sementara Solichin akan menyampailkan pidato penerimaan gelar secara daring.

Baca juga: Aspek Integritas Jadi Penentu Kemajuan Sekolah

Salah satu anggota Tim Promotor, Prof Mukhtasar Syamsuddin mengatakan pemberian gelar Doktor HC kepada Solichin menunjukkan komitmen UGM kepada tokoh pengembang kebudayaan.

Solichin dikenal sebagai pemerhati dan pengembang filsafat wayang.

"Pemberian DHC ini membuktikan komitmen UGM dalam mengembangkan kebudayaan Indonesia dan nilai-nilai Kerakyatan, serta Pancasila," kata Mukhtasar kepada wartawan, Kamis (17/12).

Solichin yang kini menjabat Ketua Dewan Kehormatan Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (Senawangi) akan menyampaikan pidato ilmiah yang berjudul Memajukan Filsafat Wayang Sistematis dan Dunia Pewayangan di Indonesia.

Pidato itu akan menyampaikan soal Filsafat Wayang dikembangkan dari kebudayaan asli Indonesia, yaitu Pancasila dengan nilai-nilainya yang tergali dari dalam kebudayaan bangsa Indonesia sendiri.

Mukhtasar menjelaskan salah satu kontribusi Solichin dalam bidang pendidikan adalah mentransformasi dunia pewayangan dari seni pergelaran ke dunia akademik melalui pendidikan filsafat wayang.

Bagi filsafat UGM, katanya, kontribusi beliau sangat signifikan dalam pengembangan Filsafat Wayang Sistematis dan kritis yang memungkinkan sebagai salah satu unsur kekayaan Filsafat Nusantara berkembang terus secara dinamis.

"Beliau juga menghasilkan banyak buku, termasuk ensiklopedia wayang bersama penulis lain," katanya.

Sementara dari sisi budaya, tambahnya, Solichin mampu mengantarkan wayang menjadi seni budaya Indonesia yang diakui UNESCO sebagai a
Masterpiece of the oral and intangible heritage of humanity. (OL-1)

BERITA TERKAIT