06 December 2020, 05:15 WIB

AS Siap Distribusikan Vaksin Covid-19


ATIKAH ISHMAH WINAHYU | Humaniora

PERUSAHAAN-PERUSAHAAN di Amerika Serikat (AS) mulai mempersiapkan upaya logistik besar-besaran guna membantu distribusi vaksin covid-19. Seperti diketahui, vaksin covid-19 perlu disimpan dalam suhu yang sangat rendah setelah diproduksi.

Produsen mobil Ford telah memesan freezer-nya, sedangkan perusahaan daging raksasa Smithfi eld mengatakan siap menyediakan ruang dingin di rumah potongnya untuk peluncuran vaksin.

Perusahaan yang memiliki spe sialisasi terkait dengan penyimpanan, telah bersiap selama berminggu-minggu. Raksasa logistik AS, UPS, telah memproduksi 1.100 pon atau 500 kilogram es kering per jam di pabriknya dan telah mengembangkan freezer portabel yang mampu menyimpan vaksin pada suhu antara
-4 hingga -112 derajat fahrenheit atau -20 dan -80 derajat celsius.

“Kami telah menilai kemampuan dan kapasitas pembeku ultrarendah kami serta siap dan bersedia membantu badan kesehatan jika kapasitas penyimpanan mereka terbatas,” kata Kepala Direktur Administrasi Smithfi eld Keira Lombardo.

Moderna optimistis mampu memproduksi 500 juta dosis vaksin covid-19 pada 2021. Perusahaan telah mengajukan permohonan untuk mendapatkan izin penggunaan darurat di Amerika Serikat dan Uni Eropa seusai hasil lengkap dari uji coba tahap akhir menunjukkan efektivitas vaksin mencapai 94,1% tanpa
masalah keamanan yang serius.


Belum memasuki uji klinis tahap III


Pascaditemukannya sejumlah masalah dalam uji klinis obat covid-19 yang dikembangkan Universitas Airlangga (Unair) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), sampai saat ini perguruan tinggi negeri yang terletak di Surabaya, Jawa Timur, itu belum ada keputusan lanjutan apakah akan melakukan pengujian ulang atau dicabut. “Saya tidak mendengar ada isu dicabut,” ungkap Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nizam, kemarin.

Saat ini, pengembangan vaksin dilakukan beberapa perguruan tinggi dan lembaga riset, seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB),  universitas Gadjah Mada (UGM), serta Eijkman dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

“Sejauh yang saya ketahui belum ada yang memasuki uji klinis, hanya Universitas Padjadjaran yang telah melakukan uji klinis tahap III untuk vaksin dari Sinovac.”

Sementara itu, pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan pemerintah dan masyarakat agar tetap waspada terhadap infeksi covid-19 meski vaksinasi sudah di depan mata.

“Perkembangan vaksin memberi kita semua harapan dan sekarang kita mulai dapat melihat cahaya di ujung lorong. Namun, WHO khawatir akan ada persepsi yang berkembang bahwa pandemi covid-19 sudah berakhir,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa.

Tedros mengatakan pandemi masih berlangsung lama. “Kami tahu ini merupakan tahun yang sulit dan masyarakat sudah lelah, tetapi di rumah sakit yang masih terus beroperasi dan kelebihan penghuni itu yang paling sulit,” tuturnya. (Wan/CNA/I-1)

BERITA TERKAIT