05 December 2020, 23:15 WIB

Perempuan Tanah Jahanam Borong Piala Citra 2020


Dero Iqbal Mahendra | Humaniora

MALAM anugrah Piala Citra Festival Film Indonesia 2020 yang dilaksanakan secara virtual karena pandemi, memberikan penghargaan terhadap 22 kategori kepada insan perfilman Indonesia. Dari berbagai kategori tersebut Film Perempuan Tanah Jahanam mampu meraih enam Piala Citra dari enam kategori dan masuk di 17 nominasi kategori yang merupakan rekor terbanyak bagi suatu film.

Sang sutradara Djoko Anwar menjadi salah satu penerima piala di kategori Sutradara terbaik, begitu juga aktris legenda Christine Hakim juga mendapatkan Piala Citra untuk kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.

Seluruh prestasi tersebut kemudian bertambah spesial karena Perempuan Tanah Jahanam pun dinobatkan sebagai Film Terbaik FFI 2020. Christine Hakim pun menyampaikan bahwa ucapan terimakasih tidak cukup atas apa yang ia dapatkan dari film Perempuan Tanah Jahanam.

"Satu pembelajaran yang luar biasa, bukan hanya sebagai aktris dengan mendapatkan peran yang sangat menantang, akan tetapi sebagai manusia. Dengan skenario yang luar biasa yang memberikan ruang bagi saya untuk mengeksplore dan mencari. Baru kemudian saya menyadari bahwa mas Djoko meng-create sifat sifat manusia Indonesia yang diungkapkan secara metafora," ungkap Christine, Sabtu (5/12).

Menurutnya dari karakternya ia belajar banyak hal dan sekaligus menjadi peringatan bagi dirinya sendiri sebagai manusia. Karakternya yang penuh dengan dendam, dengki dan segala hati dan energi negatif hingga nalar dan logikanya menjadi hilang, itu yang menjadi peringatan bagi Christine sebagai manusia agar jangan sampai seperti itu.

Dalam kesempatan yang sama sang Produser Perempuan Tanah Jahanam Shanty Harmayn Hofman menyatakan rasa syukurnya atas penghargaan bagi film Perempuan Tanah Jahanam sebagai Film Terbaik FFI 2020.

"Penghargaan ini sangat spesial karena bentuk penghargaan tulus kepada sebuah karya dan mematahkan persepsi bahwa sebuah genre tertentu tidak bisa dianggap sebagai film dan karya terbaik," ujar Shanty.

Meski begitu menurutnya penghargaan yang terpenting adalah bagi penonton Indonesia, yang telah datang menonton di bioskop bagi film kami, datang, menyukai dan mendukung film kami serta membicarakan film kami. Sebab itu adalah hal penting bagi perkembangan film Indonesia bukan hanya karya tetapi juga hubungan dengan penonton.

"Penghargaan ini juga menjadi tanda kekuatan dan ketangguhan perfilman kita bahwa di tengah situasi yang penuh dengan ketidakpastian, dan pengingat bahwa kita harus terus maju, tangguh untuk terus menceritakan cerita kita, cerita bangsa Indonesia," pungkas Shanty. (OL-13)

Baca Juga: Perempuan Tanah Jahanam, Film Horor Perdana yang Jawarai FFI

BERITA TERKAIT