04 December 2020, 22:40 WIB

BNPB Gunakan Chinook Kirim Logistik Pengungsi ke Ile Lewotolok


Atalya Puspa | Humaniora

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggerakkan helikopter jenis Chinook untuk mengangkut bantuan logistik penanganan darurat erupsi Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) , pada Jumat (4/12).

Helikopter Chinook digunakan karena berkapasitas besar dan efektif dari segi waktu dibandingkan pengiriman bantuan melalui laut.

Pengiriman dengan helikopter disebabkan terbatasnya jadwal transportasi dengan kapal laut. Di samping itu, landasan Bandar Udara (Bandara) Wunopito belum mampu untuk mengakomodasi pendaratan pesawat berukuran besar. Bantuan logistik sempat terparkir sehari di Kupang karena belum tibanya helikopter Chinook saat itu, pada Rabu (2/12).

"BNPB memutuskan untuk menggunakan helikopter Chinook yang memiliki kapasitas pengangkutan sebesar 9 ton. Ini bertujuan untuk mempercepat proses distribusi bantuan ke Pulau Lembata. Total bantuan yang telah berada di Kupang tersebut seberat 25 ton," Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan resmi.

Menurutnya, helikopter ini baru tiba di Kupang karena kendala cuaca hujan. Setibanya di sana, helikopter berbadan besar itu dioperasikan dengan melakukan dua sortie pengiriman.

Sortie pertama mengangkut bantuan sebanyak 3 ton. BNPB menargetkan setiap hari untuk mengangkut seluruh bantuan ke Pulau Lembata jika cuaca mendukung. Kapasitas pengangkutan bisa maksimal sebesar 9 ton, namun karena dimensi barang, hanya dapat terangkut 3 ton.

Di Pulau Lembata terdapat 2 lokasi yang memungkinkan untuk pendaratan helikopter jenis Chinook, selain Bandara Wunopito terdapat Lapangan Harnus yang berada dekat dengan Gudang Logistik.

Untuk sortie pertama dengan pertimbangan efektifitas dan efisiensi, pengiriman udara dilakukan di Lapangan Harnus. Selanjutnya BNPB hanya melakukan pengiriman menuju Bandara Wunopito. Hal tersebut beralasa karena pengiriman ke lapangan Harnus dapat menarik perhatian warga, yang dapat menarik perhatian warga dan menimbulkan risiko keselamatan dan keamanan.

Adapun rincian barang bantuan BNPB yang diberikan adalah sebagai berikut :

- Tenda pengungsi 5 unit

- Fleksibel tank 2 unit

- Family kit 2.000 paket

- Sandang 200 paket

- Perlengkapan bayi 500 paket

- Tambahan gizi 1.200 paket

- Tambahan lauk 1.200 paket

- Makanan siap saji 1.200 paket

- Masker kain 200 lembar

- Matras 4.000 lembar

- Selimut 5.500 lembar

"Selain bantuan logistik, BNPB memberikan pendampingan BPBD Kabupaten Lembata dalam penanganan darurat," kata Raditya. (H-2)

BERITA TERKAIT