04 December 2020, 08:55 WIB

Kemensos Dituntut Lebih Berperan di Masa Pandemi Covid-19


Mediaindonesia.com | Humaniora

DI masa pandemi covid-19 seperti saat ini, kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat memang sangat dituntut. Apalagi ketika wabah itu belum juga surut, datang pula bencana alam berupa erupsi.

Itu sebabnya masyarakat benar-benar sangat berharap bantuan pemerintah. Untungnya di masa-masa sulit itu, Kemensos hadir dan mampu mewakili pemerintah. Tidak berlebihan jika kemudian banyak pihak yang memuji dan mengapresiasi gerak cepat Kemensos.

Baca juga: Mensos Juliari Batubara, Menteri Terpopuler di Media Digital 2020

Seperti diungkapkan Sekjen Indonesia Bureucracy and Service Watch, Varhan Abdul Azis. Menurutnya apa sudah dilakukan Menteri Sosial Juliari sudah di trek yang benar dan tinggal melanjutkan lagi dan jika bisa melakukan terobosan baru. Sebab masyarakat saat ini sangat membutuhkan perhatian. “Jadi, melihat pencapaian yang diraih Kemensos, kita wajar mengatakan bahwa Mensos Juliari adalah tokoh yang prospektif dalam mengemban amanah,” kata Varhan.

Menurut dia, selama ini ada sebagian anggapan publik, terutama generasi muda milenial, menganggap Kemensos sebagai old school alias konvensional.  Namun apa yang sudah dilakukan Mensos mematahkan anggapan tersebut.

Kemensos dinilai sudah melakukan terobosan dengan jalur Bansos Sembako ke komunitas, untuk memastikan kelompok-kelompok masyarakat yang belum terjangkau bantuan bisa mendapatkan bantuan. Kelompok atau komunitas yang sudah terjangkau bantuan antara lain, Ansor, Muhammadiyah, GAMKI, IMI, kelompok mahasiswa, PARFI, Bamus Betawi, dll.

Karena itu tidak mengherankan jika bukan hanya Gatra yang memberikan apresiasi dan penghargaan. Kemensos pun mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Lembaga survei Alvara Research Center, Charta Politica, Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan juga lembaga survei lainnya juga menyatakan bahwa kinerja Kemensos dinilai memuaskan,  dan bansos semakin tepat sasaran, ada kepuasan, dan terus meningkat.

Mensos Juliari sendiri menyadari bahwa capaian Kemensos itu tidak lepas dari komitmen, kerja keras, dan respons cepat dari seluruh jajarannya. Juliari mengakui, sejalan dengan kebijakan nasional dalam penanganan covid-19, pemerintah pusat memberikan dukungan anggaran kepada Kemensos yang terus meningkat.

“Dari anggaran Kemensos TA 2020 semula Rp62,76 triliun, mengalami penambahan menjadi Rp104,4 triliun, dan kemudian Rp124,76 triliun. Dan, terakhir mendapat penambahan menjadi Rp134,008 triliun,” katanya. Dengan tekad untuk menegakkan good governance, anggaran yang terus meningkat itu, menurut Juliari, segera dibarengi dengan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip tata kelola yang baik, akuntabel dan transparan.  (Ant/A-1)

BERITA TERKAIT