04 December 2020, 11:57 WIB

Kasus DBD di Indonesia Lebih dari 95 Ribu


Nur Azizah | Humaniora

KASUS Demam Berdarah Dangue (DBD) telah mencapai 95.893. Sementara jumlah kematiannya mencapai 661 kasus.

Kasus itu telah tersebar di 472 kabupaten/kota di 34 Provinsi. Adapun kasus kematian akibat DBD terjadi di 219 kabupaten/kota.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Kementerian Kesehatan Didi Budijanto mengatakan kasus DBD sampai dengan pekan ke-49 adalah sebanyak 95.893. Sementara jumlah kematiannya mencapai 661 kasus.

Baca juga: Satgas Minta Paslon Kepala Daerah Kampanyekan Prokes

"Info terkini DBD, per 30 November 2020, 73,35% atau 377 kabupaten/kota sudah mencapai Incident Rate (IR) kurang dari 49/100.000 penduduk," kata Didi dalam keterangan tertulis, Jumat (4/12).

Didi mengimbau masyarakat menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. M pertama adalah menguras, membersihkan/menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya.

"Dinding bak maupun penampungan air juga harus digosok untuk membersihkan dan membuang telur nyamuk yang menempel erat pada dinding tersebut. Saat musim hujan maupun pancaroba, kegiatan ini harus dilakukan setiap hari untuk memutus siklus hidup nyamuk yang dapat bertahan di tempat kering selama 6 bulan," jelas Didi.

M selanjutnya menutup, menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum.

Didi menyampaikan menutup juga diartikan mengubur barang bekas di dalam tanah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

"M ketiga adalah memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis. Plus-nya adalah bentuk upaya pencegahan tambahan seperti memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, dan gotong royong membersihkan lingkungan," terang Didi. (OL-1)

BERITA TERKAIT