04 December 2020, 02:40 WIB

Guru Bimbang PTM Diadakan Januari 2021


MI | Humaniora

RENCANA pemerintah yang membolehkan sekolah mengadakan pembelajaran tatap muka (PTM) awal Januari 2021 disambut ambivalensi di kalangan guru. Di satu sisi para guru menyambut positif rencana PTM, tetapi pada sisi lain khawatir akan terbebani biaya tes swab dan kebutuhan protokol kesehatan lainnya.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), para guru berharap pihak pemda yang bertanggung jawab terhadap realisasi PTM dan tidak menyalahkan guru apabila berdampak terjadi kluster sekolah.

“Sebanyak 66% guru menyatakan setuju untuk dites swab sebelum PTM dilakukan. Tindakan ini akan memastikan bahwa guru dan warga sekolah lainnya negatif dari covid-19. Anggaran berasal dari pemda bukan dana BOS,” papar Kordinator P2G Satriwan Salim di Jakarta, kemarin.

Sebanyak 61% guru juga setuju sekolah dibuka dengan PTM secara bertahap mulai Januari 2021. Namun, dengan banyak catatan bahwa guru pada dasarnya akan mengikuti dan mematuhi pemda dan orangtua.

Satriwan mengakui para guru dilematis menghadapi kondisi selama PJJ. Mereka setuju PTM pada Januari 2021 karena beberapa alasan seperti sudah sangat jenuh selama PJJ, tidak bisa melayani siswa secara optimal, minimnya sarana PJJ di daerahnya.

“Namun, bagi guru, kesehatan dan keselamatan mereka dan keluarganya, termasuk para siswa, ialah yang utama,” ungkap Satriwan.

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengapresiasi hasil survei P2G tersebut dan akan dijadikan masukan DPR dalam memastikan pelaksanaan PTM awal Januari 2021 sesuai dengan SKB 4 menteri. “Kami akan menyampaikan hal ini ke Kemendikbud, khususnya  tentang alokasi anggaran penerapan protokol kesehatan,” ujarnya. (Bay/H-1)
 

BERITA TERKAIT