03 December 2020, 08:00 WIB

Yayasan Bakti Kominfo Beri Bantuan kepada Korban Bencana di Garut


mediaindonesia.com | Humaniora

SELAIN  berfokus  mengemban tugas untuk pemerataan internet, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Yayasan Bakti  Kominfo  Indonesia juga turut memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak  banjir dan tanah longsor di Garut, Jawa Barat.

Bantuan dari Yayasan Bakti Kominfo Indonesia ini masih berkaitan  dengan akses internet. Untuk masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Garut, yayasan memberikan  bantuan berupa handphone dan  paket data untuk sekolah yang terdampak.

“Kita memutuskan untuk memberikan 59 handphone dan 183 paket data pada guru dan santri yang ada di pesantren asuhan Yayasan Al-manar di Garut selatan,” kata Ketua Pelaksana Yayasan Bakti Kominfo Indonesia  Sakinah Juliani dalam program Selamat Pagi Indonesia Plus di MetroTV, kemarin.

Bantuan ini diharapkan dapat menunjang proses pendidikan di wilayah  bencana yang saat ini kesulitan akses internet akibat bencana yang terjadi.

Untuk kegiatan kemanusiaan ini, Yayasan Bakti berkolaborasi dengan organisasi kerelawanan Jabar Bergerak. Menurut Ketua Jabar Bergerak  Atalia Praratya, bantuan dari Yayasan Bakti Kominfo  sangat  berguna karena  akses  pendidikan  di daerah  terdampak  bencana di Garut masih sulit digapai.

“Sehingga pada waktu itu kita mencari cara. Alhamdulillah gayung bersambut, Yayasan Bakti Kominfo memberikan sinyal positif. Ada 9 titik di Garut Selatan termasuk 21 titik desa tanpa sinyal dapat bantuan dari Yayasan Bakti Kominfo,” kata Atalia dalam kesempatan yang sama.

Sakinah menyebut bahwa Yayasan Bakti Kominfo berperan membantu Bakti untuk memberikan dampak sosial yang lebih luas kepada masyarakat.  Dalam hal ini, Yayasan Bakti Kominfo Indonesia menjadi jembatan antara Bakti Kominfo dan masyarakat luas.

“Jadi  programnya  sendiri kita  mengikuti  apa  yang ada  dalam  Bakti  Kominfo. Kami juga melihat lebih luas lagi  kebutuhan  masyarakat Indonesia  pada  umumnya, seperti  pada  saat  bencana alam, atau pandemi saat ini,” jelasnya.

Dalam  menjalankan  misi kemanusiaan, Yayasan Bakti Kominfo melibatkan banyak mitra. Untuk di daerah Garut selatan, Yayasan Bakti Kominfo didukung oleh PT Iforte Solusi Infotek .

“PT Iforte Solusi Infotek memberikan sejumlah dana yang akhirnya kita bisa manfaatkan dengan baik untuk kerja sama dengan Jabar Bergerak. Jadi kolaborasi ini sangat diperlukan dari mulai donaturnya,  sampai  dengan pelaksanaannya,” katanya.

Perihal kondisi terkini di Garut selatan, Atalia menyebut saat ini masyarakat sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Kondisi mereka  pun  berangsur-angsur stabil.

“Tinggal bagaimana kita membuka akses. Ada beberapa jembatan yang masih belum bisa dilalui oleh masyarakat,” katanya.

Terkait dengan minimnya akses pembelajaran, lanjut Atalia, keberadaan internet cukup krusial.“Jadi  selama  ini  ternyata ada atau tidak ada bencana, itu ternyata sinyal itu tidak ada sehingga memang penting sekali kolaborasi seperti ini. Awalnya saya khawatir pembelajaran terhenti (karena  bencana). Alhamdulillah dengan gerakan-gerakan yang dilakukan seperti dari Yayasan Bakti Kominfo  ini saya kira baik  sekali,”  jelasnya.

Sakinah mengatakan program seperti ini akan terus dilakukan oleh Yayasan Bakti Kominfo Indonesia. Intinya, kata dia, pihaknya ingin membantu masyarakat Indonesia yang memiliki keterbatasan, baik di bidang pendidikan, ekonomi, dan sebagainya.“

Jadi harapan kami adalah kita lebih banyak lagi melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial kemanusiaan seperti ini. Kedua adalah kita kembali  banyak berkolaborasi dengan para mitra, dan yang pasti mencapai tujuan kita untuk meningkatkan kualitas hidup dari masyarakat itu sendiri,” tegasnya.

Mewakili Jabar Bergerak, Atalia mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Bakti Kominfo karena apa yang dilakukan ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Dia berharap agar kolaborasi seperti ini bisa berlangsung secara kontinu.

“Mudah-mudahan terkait dengan penempatan internet tidak hanya di tempat-tempat yang saat ini mengalami bencana tetapi juga mungkin bisa berkolaborasi untuk daerah-daerah lain di Jawa  Barat,”  pungkasnya. (Ifa/S2-25)

 

BERITA TERKAIT