03 December 2020, 06:39 WIB

UGM Gandeng Perusahaan Filipina Persiapkan Pembuatan Obat Covid-19


Agus Utantoro | Humaniora

FAKULTAS Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada menggandeng perusahaan asal Filipina, PT Filipina Antiviral Indonesia untuk memproduksi obat antiviral.Obat ini, akan digunakan untuk mengobati pasien yang terpapar virus termasuk virus korona atau covid-19 bukan vaksin.

Koordinator tim penelitian pengembangan obat FKKMK UGM, Jarir At Thobari mengatakan untuk saat ini proses tersebut menunggu rekomendasi dari BPOM dan komite etik supaya obat antivirus dan antiinflamasi bisa memasuki tahap praklinis sampai uji ke manusia.

"Ini adalah sebuah produk kerja sama yang komprehensif dimana support system dibuat mulai dari tahap pengembangan hingga produksi," kata Jarir, Rabu (2/120.

Diharapkan awal 2021, langkah menuju produksi itu sudah dapat dimulai dan pada 2022 sudah dapat dilakukan hilirisasi.Sementara Direktur Utama Filipina Antiviral Indonesia, Mario Pacurso Marcos, berharap dukungan pengembangan obat antivirus dan antiinflamasi, pengembangan laboratorium bioteknologi UGM, serta pemberian beasiswa kepada peneliti muda yang berkontribusi positif bagi kedua negara Filipina dan Indonesia bisa memberikan manfaat bagi kedua negara.

"Kerja sama ini ditujukan untuk pengembangan obat anti inflamasi dan anti viral, atau pengembangan formulasi obat sebagai tambahan dukungan untuk pengembangan laboratorium Biotech internasional dalam industri farmasi yang sebelumnya terpisah," ujarnya.

baca juga: Bersama Ciotakan Inovasi untuk Melawan Covid-19

Mario Pacursa Marcos, menambahkan bahwa pihaknya tertarik untuk bekerja sama dengan UGM dalam bidang penelitian pengembangan obat, industri farmasi dan pendidikan. 

"UGM merupakan sebuah kampus yang memiliki reputasi yang baik di Indonesia maupun di tingkat Asia Tenggara. Oleh karenanya, kami yakin kerja sama ini akan berjalan dengan baik dan dapat memberikan kontribusi yang positif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa mendatang," ungkap Mario. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT