02 December 2020, 22:57 WIB

Mindfulness-Based Business Ajarkan Berbisnis dengan Hati


Syarief Oebaidillah | Humaniora

PRAKTIK bisnis maupun non-bisnis dengan berbasis kebersadaran agung (mindfulness) pada prinsipnya adalah berbisnis atau berorganisasi, atau juga menjalankan suatu profesi, bukanlah semata-mata demi menggapai profit atau keuntungan pribadi sebanyak-banyaknya. Lebih dari itu yakni demi menumbuhkan benih-benih kebaikan bagi kepentingan bersama.

Hal itu diungkapkan Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Sudhamek AWS dalam peluncuran bukunya, 'Mindfulness Based Business: Berbisnis dengan Hati' yang digelar secara daring di Jakarta, Rabu (2/12).

Menyurutnya, sejatinya bisnis juga berdimensi vertikal karena apa yang diupayakan, pada saatnya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa. "Itulah mengapa saya memberi imbuhan 'agung' dalam istilah mindfulness, karena ada dimensi kebersadaran transendental pada Sang Maha Agung," tambahnya.

Dalam bukunya yang membahas mengenai penerapan praktik mindfulness dalam bisnis, Sudhamek memetakan gagasan mindfulness-based business (MBB) dalam delapan bab. Mulai dari proses tercetusnya pemikiran spiritualitas dalam bisnis, hingga langkah-langkah implementasi yang telah diterapkan.  Setiap bagian disertai dengan studi kasus yang dapat memperlihatkan mindfulness practices sehingga lebih mudah untuk dipahami.

MBB pada dasarnya adalah praktik berbisnis yang menjadikan profesi/mata pencaharian sebagai wahana untuk melakukan transformasi diri, menjadi orang yang lebih baik.

Perjalanan Sudhamek yang memiliki latar belakang unik sebagai aktivis, pengusaha, dan pejabat negara, semakin memperkaya isi buku itu. Chairman PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk itu memperlihatkan bahwa mindfulness bisa diterapkan di empat dunia yang berbeda yakni komunitas bisnis, lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi keagamaan dan lintas iman, serta pejabat tinggi negara.

Tren saat ini, semakin banyak perusahaan terutama di lingkup global, yang memperkenalkan praktik mindfulness, namun masih terbatas teori dan praktik dalam program workshop dan sesi online kelas-kelas meditasi. Praktik itu diyakini mampu meningkatkan komunikasi, kolaborasi dan energi kolektif karyawan dalam organisasi. (Ant/R-1)

BERITA TERKAIT