02 December 2020, 05:45 WIB

Revolusi Mental Jalan Terus


(Van/H-1) | Humaniora

DI tengah tantangan pandemi covid-19 yang menguras energi bangsa, Gerakan Nasional Revolusi Mental terus berjalan. Selama kurang lebih 8 bulan terakhir, pemerintah melalui bebagai kebijakan penanganan dampak pandemi telah mengalokasikan anggaran yang besar di bidang kesehatan, sosial, ekonomi, juga pendidikan.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan indeks pembangunan manusia terus meningkat mencapai 71,92 pada 2019, dari tahun sebelumnya 71,39. Indeks pembangunan kebudayaan juga meningkat dari 53,7 pada 2019 menjadi 55,5 di 2020.

Hal itu, menurutnya, tidak terlepas dari berbagai program prioritas pemerintah untuk mewujudkan visi revolusi mental. Kebijakan seperti bantuan sosial, juga bantuan bagi pekerja, guru honorer, dan pelajar benar-benar dirasakan kelompok masyarakat yang terdampak.

“Melalui bantuan sosial covid-19 dan dukungan bantuan langsung tunai desa, pemerintah telah memberikan perlindungan sosial kepada 61% keluarga Indonesia yang terdampak secara ekonomi dan sosial akibat pandemi ini,” ungkap Muhadjir saat berkunjung ke kantor Media Group, Jakarta, kemarin.

Muhadjir mengungkapkan bahwa dalam capaian satu tahun pembangunan manusia dan kebudayaan, sejumlah permasalahan mampu ditekan. Pemerintah menargetkan penurunan stunting dari 27,7% pada 2019 menjadi 14% di 2024, dan hal itu dijalankan Kemenko PMK bersama kementerian/lembaga di bawah
koordinasinya.

Direktur Pemberitaan Media Indonesia Gaudensius Suhardi mengatakan bahwa revolusi mental perlu gencar disosialisasikan. Jargon Presiden Jokowi itu tidak boleh kalah dengan jargon lainnya yang muncul akhir-akhir ini. (Van/H-1)

BERITA TERKAIT