29 November 2020, 13:30 WIB

Menristek : Pengelolaan SDM Jadi Titik Tumpu Riset


Faustinus Nua | Humaniora

MENTERI Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/ Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro menegaskan, sumber daya ilmu pengetahuan dan teknologi sangat diperlukan sebagai upaya dalam membangun ekosistem inovasi, khususnya untuk menjamin efektiftas berjalannya prioritas riset nasional (PRN).

"Terjadi perubahan arah riset yang sekarang bukan hanya di pemberdayaan manusia saja namun bagaimana riset dapat menjadi soko guru perekonomian nasional," tegas Bambang, Minggu (29/11).

Ia memaparkan,  visi Indonesia 2045 yang berdaya saing mengandung makna bahwa riset menjadi motor utama. Riset menghasilkan invensi dan inovasi yang berdampak pada daya saing bangsa di tengah tantangan global. "Mandiri secara sosial dan ekonomi melalui penguasaan dan keunggulan kompetitif iptek secara global,” ungkapnya.

Dalam menciptakan ekosistem riset yang bermanfaat bagi perekonomian masyarakat, imbuhnya, sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu landasan yang perlu diperhatikan.

Sekretaris Utama Kemenristek/ BRIN, Mego Pinandito menambahkan, riset yang mendukung perkonomian berbeda dengan sektor teknis. "Jika berbicara dengan riset yang menjadi titik tumpu adalah pengelolaan sumber daya manusianya, proyeksi sumber daya manusia menjadi pokok dan penting sehingga perlu perhatian,” jelasnya.

Sekretaris Utama LIPI, Nur Tri Aries Suestiningtyas menambahkan bahwa sejalan dengan pengembangan sumber daya manusia, LIPI telah melaksanakan berbagai pengembangan sumber daya manusia melalui menajemen Iptek.

Dari 2018 - 2020, lanjutnya, banyak terjadi perubahan dalam manajemen iptek, berbagai layanan terus dikembangkan dan disempurnakan untuk membangun ekosistem inovasi bagi para peneliti.

Berbagai program telah dilaksanakan oleh LIPI dalam mengembangkan SDM Iptek seperti pembentukan enam jabatan fungsional baru, melakukan digitalisasi data, membangun berbagai infrastruktur riset, membuka laboratorium LIPI untuk digunakan secara terbuka, melaksanakan program talent pool, dan lain-lain.

"Pelaksanaan program ini diharapkan dapat meningkatkan sumber daya manusia iptek sehingga dapat menghasilkan inovasi yang bermanfaat di masyarakat," tutupnya.(H-2)

BERITA TERKAIT