28 November 2020, 10:40 WIB

Peneliti LIPI Ungkap Ancaman Infeksi Bakteri pada Pasien Covid-19


Indrastuti | Humaniora

Sejumlah studi menunjukkan menunjukkan sebagian pasien covid-19 dapat terinfeksi bakteri patogen pada saat yang bersamaan sehingga meningkatkan risiko kematian. 

Peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Anggia Prasetyoputri mengatakan, metode sequencing dari sample swab dapat mendeteksi koinfeksi bakteri pada pasien covid-19.

"Infeksi simultan ini dapat memperparah kondisi pasien dan juga meningkatkan risiko kematian, terlebih karena beberapa bakteri yang diketahui dapat menginfeksi pasien covid-19 merupakan bakteri yang resisten terhadap antibiotik,” jelasnya.

Baca juga: Indonesia Ajak ASEAN Jalin Kerja Sama Tanggulangi Pandemi

Melalui penelitian yang berjudul Deteksi Koinfeksi Bakteri pada pasien COVID-19 melalui Metode Sekuensing dari Sampel Swab, Anggia meraih Penghargaan L’OREAL-UNESCO for Women in Science 2020 kategori Life Science.

“Penghargaan L’OREAL-UNESCO for Women in Science 2020 kategori Life Science ini merupakan hibah dana penelitian saya yang berjudul Deteksi Koinfeksi Bakteri pada pasien COVID-19 melalui Metode Sekuensing dari Sampel Swab. Penelitian ini baru akan dimulai pada tahun 2021,” ujar Anggia yang juga merupakan anggota kelompok penelitian Centre for Drug Discovery and Development Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI seperti dilansir dari laman LIPI, Sabtu (28/11)

Anggia menambahkan, beberapa studi juga melaporkan tingginya penggunaan antibiotik pada pasien covid-19, sehingga berpotensi memperparah resistensi antibiotik. 

Baca juga: Informasi dan Edukasi Media Massa Bantu Lindungi Perempuan

“Deteksi ada tidaknya bakteri patogen dapat dilakukan melalui sekuensing sampel DNA yang diekstraksi dari sampel swab. Sampel DNA tersebut kemudian disekuensing, atau diurutkan basa nukleotidanya," jelasnya.

Oleh karena tiap jenis bakteri memiliki sekuen atau urutan DNA yang unik, maka metode sequensing dapat mengidentifikasi jenis-jenis bakteri dan juga mendeteksi ada tidaknya gen penyandi resistensi terhadap antibiotik di tiap bakteri. Data mengenai prevalensi koinfeksi bakteri pada pasien covid-19, imbuh Anggia, diharapkan dapat menginformasikan penatalayanan antibiotik di rumah sakit. (H-3)
 

BERITA TERKAIT