28 November 2020, 01:50 WIB

Promosi Wisata Komodo Jalan Terus


Insi Nantika Jelita |

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan pemerintah akan tetap mempromosikan pariwisata komodo di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia meyakinkan bahwa pembangunan di destinasi pariwisata itu dilakukan dengan tetap menjaga keberlangsungan hewan langka komodo. “Komodo ini satu-satunya di dunia, jadi kita harus jual,” kata Luhut dalam Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Superprioritas di Jakarta, kemarin.

Luhut mengakui pemerintah memang melakukan pembangunan proyek wisata Pulau Komodo dengan alasan komersial. Namun, itu tidak berarti pemerintah mengabaikan pelestarian binatang langka tersebut.

“Itu kan ada Pulau Rinca dan Pulau Komodo, tinggal nanti kita putuskan pulau mana yang mungkin kita akan jadikan massive tourism, mana pulau yang akan kita bikin jadi six stars. Kalau orang mau ke sana, ya harus bayar mahal. Kalau dibilang komersial, ya memang harus komersial karena kita mau rawat binatang ini,” katanya.

Di acara yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan Labuan Bajo memang diarahkan menjadi destinasi pariwisata premium. Arahan itu dilakukan agar ada diferensiasi dengan destinasi pariwisata lain seperti Mandalika, NTB. “Labuan Bajo diharapkan dengan green, premium destination sehingga jadi target sendiri,” ujar Erick.

Dirut Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Shana Fatina mengungkapkan pihaknya menargetkan ribuan kamar hotel atau resor dibangun. Target tersebut juga dalam rangka persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di 2022 dan ASEAN Summit pada 2023. Kawasan Labuan Bajo, NTT, dipilih sebagai tempat perhelatan agenda internasional itu.

Pada kesempatan terpisah, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengingatkan bahwa kegiatan ekonomi perlu dijalankan mengingat masyarakat perlu mendapat kesempatan untuk berusaha. Meski demikian, protokol kesehatan harus tetap diutamakan.

“Dalam pengembangan wisata yang aman dan sehat maka perlu mendapat perhatian dan perlu diberdayakan dalam penerapan protokol kesehatan,” kata Terawan, kemarin. (Ins/Ata/Ant/X-10)

BERITA TERKAIT