28 November 2020, 00:45 WIB

Siapkan Persemaian untuk Green Economy


ATALYA PUSPA | Humaniora

PRESIDEN Republik Indonesia Joko Widodo mengunjungi pusat perbenihan di Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kunjungan kali ini untuk melihat lokasi yang nantinya akan dibangun pusat perbenihan skala besar.

“Hari ini, saya sedang di Kabupaten Bogor, tepatnya di Rumpin. Ini adalah sebuah lokasi pembibitan yang ingin kita persiapkan. Kita harapkan nanti tahun depan, 2021, sudah selesai dan sudah berproduksi. Dari sini akan bisa diproduksi kurang lebih 16 juta bibit,” ujar Presiden Joko Widodo, kemarin pagi.

Presiden Joko Widodo menegaskan, bibit-bibit yang diproduksi tersebut akan didistribusikan ke lokasi atau wilayah yang sering mengalami bencana banjir dan tanah longsor. Namun, selain fungsi ekologi, Presiden berharap agar pusat perbenihan tersebut juga akan menanam tanaman-tanaman yang memiliki fungsi ekonomi

“Tadi saya berpesan untuk pembibitan di Rumpin, Bogor, ini agar ditanam tanaman-tanaman yang punya fungsi ekologi maupun fungsi ekonomi karena ke depan kita ingin mengembangkan green economy,” ungkap Presiden Joko Widodo.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya saat mendampingi Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa setiap unit persemaian akan memproduksi bibit hingga di atas 10-15 juta per tahun dengan tanaman yang bernilai ekologis dan ekonomi.

“Kebijakan untuk membangun persemaian dilakukan dalam konsep yang utuh, meliputi pembangunan fi sik produksi bibit, didukung kebijakan kelembagaan sebagai persemaian nasional bahkan internasional, manajemen persemaian, serta peningkatan sumber daya manusia ahli benih dan bibit tanaman kehutanan,” terang Menteri Siti.

Rehabilitasi


Sejak 2019, pemerintah telah melakukan langkah korektif pemulihan lingkungan melalui rehabilitasi hutan dan lahan (RHL). Keberadaan pusat persemaian dengan pola kebun bibit rakyat, kebun bibit desa, dan persemaian permanen yang terbatas memacu pembangunan persemaian berskala besar di beberapa wilayah.

“Saya segera konsolidasikan jajaran KLHK untuk pembangunan nursery centre ini. Khusus di Rumpin akan kita kembangkan dari persemaian yang ada, yang dibangun dengan kerja sama Korea-Indonesia pada 2008-2019, yang masih terbatas pada bobot teknik kultur jaringan dan kebun bibit percobaan, bukan skala produksi, tapi hanya pada skala lab untuk pelatihan,” terang Menteri Siti.

Menurut Menteri Siti, rencana Pusat Perbenihan dan Riset Hutan Tropika Rumpin ini akan menjadi pedoman teknis pembangunan paralel pada lima persemaian lain, seperti Danau Toba, Sumatra Utara, Mandalika, NTB, Labuan Bajo, NTT, dan Likupang, Sulawesi Utara. “Semua akan dibangun start 2021, diawali Rumpin pada Januari 2021,” kata Menteri Siti. (Pra/H-3)

BERITA TERKAIT