27 November 2020, 15:33 WIB

Pagi Tadi, Gunung Ile Lewotolok Alami Erupsi


Alexander P. Taum | Humaniora

GUNUNG Ile Lewotolok, yang terletak di  Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Jumat (27/11) pukul 05.57 menit Wita, mengalami erupsi.

Erupsi tersebut terpantau jelas dari Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok, Desa Waipukang, Kecamatan Ile Ape.

Stanislaus Arakian, Kepala Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok di Waipukang , Jumat (27/11) mengatakan, asap kawah bertekanan kuat, berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas tebal dan tinggi 500 m di atas puncak kawah. Selain itu pula, teramati letusan dengan tinggi 500 m dan warna asap kelabu dan hitam.

Sudah lebih dari 1 tahun, status gunung tersebut berada di level II atau waspada. Namun hingga mengalami erupsi hari ini, status gunung tersebut belum dinaikan ke level Awas. Meski Begitu warga tetap di imbau untuk tidak mendekati kawah gunung berapi dalam radius 2 kilometer.

‘’Masih tetap di level Waspada pak. Belum ada nya peningkatan yang lebih tinggi. Masih proses pengamatan baik seismik ataupun visual dana data pendukung lainnya,’’ ujar Stanislaus Arakian, Kepala Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok di Waipukang, Jumat (27/11).

Baca juga : BPPTKG Prediksi Aliran Erupsi Merapi ke Sungai Gendol

Menurut Data seismic yang diterima mediaiIndonesia.com, Erupsi Gunung Ile Lewotolok yang terjadi sejak pukul 05.57 wita tersebut di sertai gempa vulkanik dalam dan Tremor menerus. Tercatat, Letusan Sejumlah: 1, Amplitudo : 34 mm, dalam durasi : 120 detik.

Selain itu pula terjadi gempa Vulkanik Dalam, dengan Jumlah : 4, Amplitudo : 3-9 mm, S-P : 0.5-1.5 detik, dalam durasi : 5-8 detik), sedangkan gempa Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 2-3 mm (dominan 2 mm).

Pihak Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok menghimbau Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok dan pengunjung atau pendaki atau wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah G. Ili Lewotolok dan di seluruh area dalam radius 2 km dari puncak atau pusat aktivitas G. Ile Lewotolok.

Hingga berita ini di rilis, pada pukul 09.55, Erupsi mulai menurun.

"Erupsi mulai menurun dan saat sekarang gunung berkabut. Kalo melihat data seismik nya masih fluktuatif," ujar Stanislaus Arakian, Kepala Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok (OL-2).

 

 

 

 

BERITA TERKAIT